Investasi Industri Meroket hingga Rp167,1 Triliun, Logam Dasar dan Makanan Jadi Primadona

Antara, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 320 2447402 investasi-industri-meroket-hingga-rp167-1-triliun-logam-dasar-dan-makanan-jadi-primadona-7nyyclJyWK.jpg Realisasi Investasi Industri Logam Dasar dan Makanan Jadi Primadona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Realisasi investasi industri mencapai Rp167,1 triliun pada periode Januari-Juni 2021. Investasi ini naik 29% dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp129,6 triliun.

Pada semester I-2021, sektor industri berkontribusi hingga 37,7% dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp442,8 triliun.

"Adapun dua sektor industri primadona yang menjadi penyumbang terbesar, yakni kelompok industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang berinvestasi sebesar Rp57,6 triliun atau berkontribusi 13%. Berikutnya adalah investasi dari industri makanan sebesar Rp36,6 triliun (8,3%)," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Singapura Masih Jadi 'Raja' Investor di Indonesia

Sementara itu, sepanjang enam bulan ini, nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sektor industri mencapai Rp46,3 triliun atau berkontribusi 21,6% dari total PMDN yang Rp214,3 triliun.

Sedangkan, nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri mencapai Rp120,8 triliun atau berkontribusi 52,9% dari total PMA yang Rp228,5 triliun.

Baca Juga: Menperin Arahkan Investasi Industri Semen ke Wilayah Indonesia Timur

Sumbangsih nilai PMDN sektor industri tersebut berasal dari investasi industri makanan sebesar Rp14,7 triliun yang meliputi sebanyak 2.644 proyek. Kemudian, industri kimia dan farmasi Rp8,4 triliun (1.074 proyek), industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp6,8 triliun (643 proyek), industri kertas dan percetakan Rp5,4 triliun (615 proyek), serta industri mineral nonlogam Rp4,7 triliun (435 proyek).

Selanjutnya, investasi industri karet dan plastik Rp3,2 triliun (765 proyek), industri tekstil Rp1,1 triliun (614 proyek), industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp678 miliar (270 proyek), industri kayu Rp404 miliar (516 proyek), industri barang dari kulit dan alas kaki Rp143 miliar (101 proyek), industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam Rp130 miliar (471 proyek), serta industri lainnya Rp546 miliar (804 proyek).

Sumbangsih nilai PMA sektor industri terutama berasal dari investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar USD3,4 miliar (550 proyek), industri makanan USD1,5 miliar (1.216 proyek), industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain USD961,2 juta (624 proyek), industri kimia dan farmasi USD818,2 juta (779 proyek), serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam USD371,4 juta (677 proyek).

Berikutnya, investasi industri kertas dan percetakan USD246,8 juta (239 proyek), industri mineral nonlogam USD220,2 juta (161 proyek), industri barang dari kulit dan alas kaki USD187,5 juta (200 proyek), industri tekstil USD163,1 juta (560 proyek), industri karet dan plastik USD158,7 juta (527 proyek), industri kayu USD28,2 juta (231 proyek), serta industri lainnya USD141 juta (520 proyek).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini