6 Fakta BLT UMKM Cair, Ini Jadwal Lengkap dan Cara Cek Penerimanya

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 05:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 320 2448810 6-fakta-blt-umkm-cair-ini-jadwal-lengkap-dan-cara-cek-penerimanya-7iEKEqvwZt.jpg BLT UMKM Cair. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mencairkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 atau BLT UMKM. Secara simbolis, Kepala Negara memberikan BLT Rp1,2 juta kepada sekitar 24 orang pelaku usaha

"Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk banpres produktif ini adalah Rp15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Jadi bukan hanya bapak ibu semuanya, enggak," kata Joko Widodo.

BLT UMKM Rp1,2 juta dipastikan cair pada bulan Juli hingga September 2021. Adapun BLT UMKM diberikan untuk 3 juta pelaku usaha.

Berikut fakta-fakta pencairan BLT UMKM yang dirangkum Okezone di Jakarta, Minggu (1/8/2021):

1. Jokowi Bagikan BLT UMKM

Saat memberikan bantuan presiden (banpres) tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Baca Juga: BLT UMKM Rp15,3 Triliun untuk 12,8 Juta Pelaku Usaha

"Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh tanah air dan mulai dibagikan pada hari ini. Saya harap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya," ungkap Presiden.

2. Besaran BLT UMKM

Nilai BPUM yang diterima masing-masing pelaku usaha mikro tersebut adalah senilai Rp1,2 juta.

"Saya tahu bapak ibu semuanya sekarang pada kondisi yang tidak mudah, benar? Sangat sulit, benar? Tapi itu dirasakan oleh semuanya, tidak hanya bapak ibu pengusaha mikro, tidak hanya usaha kecil, menengah juga, pengusaha besar, semuanya pada kondisi yang sangat tidak mudah, sangat sulit," tambah Presiden.

3. Bantuan Disalurkan melalui BNI atau BRI

3 juta pelaku usaha yang terdaftar dan memenuhi syarat akan mendapat BLT UMKM sebesar Rp1,2 juta. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui BNI atau BRI.

Untuk BNI, pelaku usaha dapat mengecek daftar penerima bantuan dengan mengunjungi laman e-form BNI di banpresbpum.id. Kemudian, masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), lalu klik cari.

Sedangkan cara cek penerima BLT UMKM di BRI, bisa mengunjungi laman e-form BRI di https://eform.bri.co.id/bpum. Kemudian, masukkan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Data Penerima BLT Subsidi Gaji

Isi kolom kode verifikasi dengan menggunakan kode yang tertera di layar 3. Kemudian klik Proses Inquiry. Setelah itu, layar akan menampilkan pemberitahuan kepada pelaku UMKM tersebut apakah mendapatkan BPUM atau tidak.

4. Penyaluran BLT UMKM Dibagi dalam Tiga Waktu

BLT UMKM tahap kedua hingga akhir Juli 2021 ditargetkan tersalur kepada 1,5 juta pelaku usaha mikro.

Rencana penyaluran BPUM tahap dua atau BLT UMKM akan dibagi dalam tiga waktu, yakni sampai akhir Juli 2021 sebanyak 1,5 juta pelaku usaha mikro, Agustus sebanyak 1 juta pelaku usaha mikro, dan September 500 ribu pelaku usaha mikro.

“Secara total akan disalurkan kepada 3 juta pelaku usaha mikro yang beberapa di antaranya masih dalam proses migrasi dan cleansing jadi jumlahnya keseluruhan Rp3,6 triliun,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta.

5. Bantuan Bisa Diambil Langsung di BRI

Jika terdaftar sebagai penerima BPUM 2021, pelaku UMKM bisa mencairkan dana bantuan dengan langsung datang ke kantor BRI dengan membawa sejumlah dokumen, seperti buku tabungan, kartu ATM, KTP, dan Surat Penyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

6. Disalurkan untuk 1,5 Juta Pelaku Usaha

BLT UMKM Rp1,2 juta dipastikan cair pada bulan Juli hingga September 2021. BLT UMKM diberikan untuk 3 juta pelaku usaha. Namun, untuk bulan ini BLT UMKM Rp1,2 juta akan disalurkan ke 1,5 juta pelaku usaha terlebih dahulu.

Jadwal pencairan BLT UMKM dimulai pada akhir Juli 2021 sebanyak 1,5 juta pelaku usaha mikro, lalu Agustus sebanyak 1 juta pelaku usaha mikro, dan September 500 ribu pelaku usaha mikro.

“Secara total akan disalurkan kepada 3 juta pelaku usaha mikro yang beberapa di antaranya masih dalam proses migrasi dan cleansing jadi jumlahnya keseluruhan Rp3,6 triliun,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini