Kenaikan Harga Obat Sumbang Inflasi Juli 2021

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 320 2449534 kenaikan-harga-obat-sumbang-inflasi-juli-2021-9JZ3aAEfFt.jpg Kenaikan Harga Obat Picu Inflasi Juli. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi selama Juli 2021 mencapai 0,08% secara bulanan (month to month/mtm).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan secara keseluruhan, inflasi inti di bulan lalu mencapai 0,07% dan andilnya sebesar 0,05%.

Baca Juga: Juni Deflasi 0,16%, BPS: Pertama Kali di 2021

"Harga yang diatur pemerintah memiliki inflasi 0,05% dan andilnya ke inflasi 0,01%, serta inflasi bergejolak mencapai 0,14% dan memberikan andil ke inflasi 0,02%," kata Margo di Jakarta, Senin (2/8/2021)

Untuk inflasi inti, komponennya disumbang oleh obat dan resep yang memberikan andil 0,03%, sabun detergen 0,02 %, sabun mandi cair, deodoran, dan obat gosok masing-masing memberikan andil 0,01%.

Baca Juga: Inflasi Juli 2021 Diprediksi 0,01% Dipengaruhi PPKM Darurat

"Sedangkan kenaikan harga emas dan perhiasan dengan andil 0,01%," katanya

Lalu, untuk harga bergejolak, disumbang oleh cabai rawit dengan andil ke inflasi 0,03%, tomat 0,01%, cabai merah 0,01%, bawang merah 0,01%, sawi dan tahu mentah 0,01%.

“Sedangkan komoditas yang menghambat inflasi pada harga bergejolak adalah daging ayam ras 0,04%, telur ayam ras 0,01% dan beras 0,01%,” tandasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini