Sementara itu, Bursa Asia berpotensi bergerak terkonsolidasi. Investor berhati-hati atas dampak tindakan keras Tiongkok terhadap perusahaan raksasa teknologinya dan kekhawatiran yang meningkat dari penyebaran covid-19 yang berpotensi meredam sentimen pertumbuhan ekonomi global.
Indeks future di Jepangm Australia dan Hongkong bergerak naik tipis ditengah indeks berjangka ekuitas AS bergerak berfluktuasi di awal perdagangan bursa Asia.
Dari harga komoditas energy, Batubara naik 0.13% sedangkan minyak mentah WTI turun 0.98% dan harga komoditas logam seperti Timah (-0.42%) dan Nikel (-0.49%) alami penurunan. Secara sentimen IHSG berpeluang bergerak menguat terbatas. Hasil laporan keuangan emiten masih akan menjadi fokus investor.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.