Sampai Kapan Harga Batu Bara Terus Naik?

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 320 2450716 sampai-kapan-harga-batu-bara-terus-naik-3OMYySwNGI.jpg Harga batu bara diprediksi menguat hingga akhir tahun (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tren harga batu bara diproyeksi menguat hingga akhir tahun 2021. Hal ini seiring meningkatnya permintaan batu bara di beberapa negara.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terus Naik Tembus USD130/Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun

"Harga ini tercermin dari peningkatan permintaan yang kuat. Jadi kalau perekonomian suatu negara sudah pulih, pasti yang paling besar peningkatan permintaan energi. Energi yang paling murah itu batu bara," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia ketika dihubungi, Rabu (4/8/2021).

Kendati demikian, di sisi suplai agak terhambat sehingga tidak bisa mengikuti permintaan. Suplai belum bisa memenuhi pertumbuhan permintaan batu bara.

Baca Juga: PLTU Batu Bara 'Dipensiunkan', RI Bakal Jadi Negara Pertama Penerima Pinjaman Asing

"Sekarang lebih besar permintaan daripada penawaran. Hambatan penawaran suplai terganggu karena hujan di Kalimantan. Bukan hanya di sini, tapi juga di China curah hujan tinggi," ungkapnya.

Sempat melandai pada Februari-April 2021, Harga Batu bara Acuan (HBA) mencatatkan kenaikan beruntun pada periode Mei-Juli 2021 hingga menyentuh angka USD115,35 per ton di Juli 2021. Kenaikan tersebut terus konsisten hingga bulan Agustus 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.

Pada bulan Agustus 2021, HBA mencatatkan kenaikan hingga ke angka USD130,99 per ton, angka tertinggi lebih dari 1 dekade terakhir. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan batu bara di China, Jepang dan Korea Selatan.

"Melambungnya harga batu bara dunia dipengaruhi musim penghujan yang ekstrem di China yang mengganggu kegiatan produksi dan transportasi batu bara di negara tersebut. Sementara kebutuhan batubara meningkat untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batubara domestik negara tersebut," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini