Geliat sektor industri juga berdampak positif terhadap peningkatan investasi di sektor ini. Pada Januari hingga Juni 2021, investasi sektor manufaktur tercatat Rp167,1 triliun atau naik 28,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, peningkatan produk kendaraan domestik menunjang pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 7,54%.
Menperin menyebut kebijakan pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan PMTB.
"Pada triwulan II tahun 2020, volume penjualan mobil hanya 24,04 ribu unit, kemudian meningkat menjadi 187,03 ribu unit pada triwulan I 2021. Sedangkan pada triwulan II 2021, volume penjualan mobil langsung meningkat hingga 206,44 ribu unit yang secara%tase sebesar 758,68%," katanya.
Menperin juga menyebut salah satu faktor pendorong pertumbuhan sektor manufaktur adalah kebijakan perpanjangan pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN-DTP) untuk sektor properti.
Penjualan properti meningkat antara 15-20%. Hal tersebut mendukung demand terhadap produk industri manufaktur pendukung sektor properti, terutama industri barang galian nonlogam, seperti semen, keramik, dan bahan bangunan yang mencapai 8,05%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)