Transaksi Digital Jadi Tren di Tengah Pandemi Covid-19

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 622 2453704 transaksi-digital-jadi-tren-di-tengah-pandemi-covid-19-wCffTv9g17.jpg Upaya Mendorong Pedagang Menggunakan Transaksi Digital. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Pemerintah terus meningkatkan digitalisasi pasar dan transaksi. Upaya ini untuk mendukung adaptasi dan transformasi dalam mekanisme perdagangan termasuk dalam upaya mitigasi pandemi.

Salah satu upaya yang dilakukan mensosialisasi dan mengimbau stakeholder agar memanfaatkan Quick response code Indonesian Standard (QRIS) secara optimal.

Baca Juga: Transaksi Digital Banking Diprediksi Tembus Rp35.600 Triliun

“Pandemi ini memberikan pesan pada kita agar kita bertransformasi makin digitalized. Penggunaan QRIS secara optimal adalah salah satu langkah konkret dalam digitalisasi pembayaran sehingga lebih aman secara kesehatan dan lebih cepat dan praktis dari segi teknis transaksi,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam keterangannya, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, sosialisasi mengenai QRIS pada para pedagang dan pengusaha akan sangat menguntungkan. Pasalnya, para pedagang dan pelaku usaha akan mengurangi kerepotan dan kerumitan pada proses transaksi tunai.

Baca Juga: Erick Thohir Panggil Telkom dan Peruri Bahas Uang Digital

Namun demikian masyarakat Indonesia selama ini memang punya kultur transaksi tunai. Oleh karena itu, perlu upaya yang cukup intensif agar bisa beralih pada digitalisasi transaksi.

“Kultur itu harus diubah sedikit demi sedikit karena ke depan memang arahnya akan terdigitalisasi semua. Bahkan untuk daerah perkotaan, belum semua menggunakan transaksi secara digital secara optimal. Jadi sudah menjadi tugas bersama untuk terus mendidik masyarakat,” ujarnya.

Dalam hemat Jerry, di tengah pandemi, penggunaan QRIS juga akan membuka terobosan dalam proses belanja. Jerry mengatakan bahwa agar bisa berjualan di tengah berbagai pembatasan aktivitas sosial, penggunaan QRIS bisa membuka alternatif baru.

Dia mencontohkan bahwa dengan pemasangan QRIS dipadukan dengan sistem penjualan lewat online seperti WA, tenant-tenant di mall masih bisa berjualan.

“Jadi para tenant tinggal pasang QRIS saja. Kirim barcode QRIS ke jaringan whatsapp dan yang lain. Jadi customer pesan dan bayar langsung tanpa harus ke mall, lewat jaringan online saja. Dengan begitu dampak pandemi dalam penjualan bisa ditekan,” tuturnya.

Selain menguntungkan masyarakat dan pelaku usaha, digitalisasi transaksi juga akan menguntungkan negara, khususnya dalam membantu Bank Indonesia untuk menekan penggunaan uang fisik (kartal). Ini akan menekan biaya pencetakan uang baru dan berbagai proses mekanisme di bank-bank yang melayani masyarakat.

Sebagai contoh pada 2015 biaya cetak uang Rupiah sepanjang tahun mencapai Rp3,5 triliun. Karena itulah Bank Indonesia terus menyosialisasikan agar masyarakat merawat uang mereka dengan baik dengan tidak ditekuk dan sebagainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini