Share

Tips Budidaya Kelinci Pedaging

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 455 2457734 tips-budidaya-kelinci-pedaging-thVAndl86F.jpg Budidaya Kelinci Pedaging. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA- Budidaya kelinci pedaging memiliki prospek yang menjanjikan. Pasalnya, permintaan pasar yang tinggi dan pengembangbiakannya cukup mudah.

Budidaya kelinci pedaging jadi bisnis menggiurkan khususnya saat pandemi ini. Bayangkan dari satu ekor kelinci produktif saja bisa menghasilkan anakan kelinci delapan sampai sepuluh ekor.

Dari sisi kuliner, olahan daging kelinci juga diminati masyarakat dengan menu sate kelinci atau rica-rica. Lalu bagaimana tips berbisnis kelinci pedaging?

Salah satu pelaku usahanya adalah Agung Sukron, pemilik brand AL RABBIT (@alrabbit_pwt), di Pasir Kidul, Banyumas. Agung tercatat sebagai mahasiswa jurusan teknik sipil di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Baca Juga: 11 Cara Memulai Bisnis Laundry Sepatu

Dirinya bercerita merintis usaha ternak kelinci sejak tahun 2020 di masa awal pandemi. Berawal dari sepasang kelinci untuk ponakannya, namun ternyata sukses beranak pinak dan terus menjadi usaha utamanya saat ini.

Menurut dia usaha kelinci pedaging cukup menguntungkan karena modal awalnya minim namun bisa cepat berputar. Strateginya ada beberapa mulai dari jualan daging kelinci potong, anakan kelinci, hingga dalam bentuk masakan matang. Setidaknya omzet sebulan diperkirakan bisa mencapai Rp 1,5 Juta. Jadi cocok untuk usaha sampingan keluarga ataupun buat anak kuliahan seperti dirinya.

Karena itu dirinya mau berbagi tips beternak kelinci pedaging bagi yang baru memulai usaha ini. Menurutnya beternak hewan tidak sekedar kasih makan, tetapi juga harus mau selalu cek kondisi hewan.

Bahkan dia juga memberikan simulasi usaha ternak kelinci pedaging dari pengalamannya sendiri. Berikut beberapa tips yang diberikannya;

- Pilihlah indukan kelinci yang belum pernah beranak. Terdapat beberapa jenis kelinci pedaging seperti Rex, New Zealand, ataupun hycole. Asalnya pun ada yang impor dan lokal. Jenis Rex menurutnya unggul karena bisa dijual sebagai pedaging dan juga untuk kelinci hias.

Baca Juga: Tips Bisnis Kura-Kura Darat

- Pastikan kandang kelinci selalu bersih dari kotoran setiap paginya. Kelinci pedaging dibuatkan satu kandang untuk satu ekor. Dirinya sendiri sudah memiliki 50 kandang. Anak kelinci di bawah 3 bulan bisa dikumpulkan 5-10 ekor di satu kandang.

- Harus rutin cek kondisi kesehatannya. Waspada dari penyakit utamanya, yaitu jamur atau gatal. Selain itu juga awasi penyakit kelinci lainnya seperti diare, flu, dan kotoran berlendir. Sumber penyakit umumnya dari pakan dan kandang yang kotor. Mengobati gatal bisa dengan mengoleskan campuran bawang merah, garam, minyak, dan sedikit wormectin.

- Perkawinan kelinci dilakukan hanya 10-15 menit di satu kandang. Taruh kelinci betina ke kandang jantan dan bukan sebaliknya. Kemudian dalam dua minggu kehamilan sudah bisa diprediksi dengan cara meraba perutnya atau palpasi.

- Berilah makanan berupa pakan khusus kelinci. Jangan diberi sayuran karena beresiko kembung bahkan mencret.

- Kelinci umur dua bulan sudah bisa dijual per ekor sebagai bibit. Sementara pedaging jantan akan dijual per kilo.

- Alternatifnya bisa dijual dengan sistem pesanan masakan sate dan rica-rica daging kelinci. Lebih bagus lagi bila memiliki rekanan restoran yang butuh pasokan daging kelinci. Dia sendiri sekarang bisa memotong 3-5 ekor setiap hari dengan berat daging satu kilogram per ekornya.

- Terakhir sebagai gambaran bisa menggunakan simulasi usaha sebagai berikut; modal awal bangun kandang sekitar Rp 350 Ribu. Kelinci indukan empat ekor dengan harga Rp500 ribu satu pasang. Bulan pertama proses perkawinan. Lalu bulan kedua akan beranak minimal lima ekor. Anakan bisa dijual Rp50 Ribu menghasilkan Rp250 Ribu yang berarti sudah bisa balik modal betinanya. Lalu beli betina lagi sampai 5 indukan untuk jenis Rex. Minimal bisa meraup pendapatan Rp1.250 Ribu untuk satu bulan.

Kebutuhan biaya untuk pakan dua bulan sekitar Rp500 Ribu. Dengan perkiraan akan menghabiskan 50 kg selama dua bulan. Dengan estimasi minimal ini, setidaknya dalam dua bulan bisa meraup pendapatan bersih sebesar Rp750 Ribu.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini