Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 7,07%, Bappenas: Indonesia Terlepas dari Resesi

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 320 2458373 pertumbuhan-ekonomi-ri-capai-7-07-bappenas-indonesia-terlepas-dari-resesi-boQLC10fDc.jpg Indonesia Terlepas dari Resesi Ekonomi. (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07% lebih tinggi dari sejumlah negara lain di tengah lonjakan kasus harian Covid-19.

"Jadi kalau untuk (pertumbuhan ekonomi) Indonesia dibandingkan negara lain masih tergolong moderat," kata Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, dalam Webinar Outlook Perekonomian Global dan Indonesia oleh Bappenas di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga: BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 3,5%-4,3% di 2021

Amalia menambahkan, capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2021 juga berhasil mendorong Indonesia ke luar dari zona resesi. Menyusul awetnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berada di zona negatif sejak kuartal II-2020 lalu.

"Capaian triwulan (II) tersebut membuat Indonesia terlepas dari resesi di tengah ketidakpastian dalam pemulihan ekonomi yang dipicu oleh peningkatan kasus harian Covid-19 belakangan ini," ujarnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Sangat Bergantung pada Kesuksesan Pengendalian Pandemi

Meski begitu, dia meminta seluruh pemangku kepentingan agar tidak terlena atas keberhasilan mencapai target pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini. Di antaranya dengan terus meningkatkan kolaborasi dalam berbagai skenario untuk menjaga perekonomian Indonesia terus berada di zona positif.

"Jadi saya pikir upaya ke depan untuk mendorong pemulihan ekonomi ini menjadi sangat penting, menjadi perhatian kita bersama," katanya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 tumbuh sebesar 7,07% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini menjadi tertinggi sejak kuartal IV tahun 2004.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini