IHSG Berpotensi Koreksi, Pantau 6 Saham Ini

Anggie Ariesta, Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 278 2458919 ihsg-berpotensi-koreksi-pantau-6-saham-ini-nil8Pwu3wb.jpg Rekomendasi saham saat IHSG melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan berpotensi terkoreksi. Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triadi merekomendasikan untuk trading jangka pendek saja.

“Untuk kedepannya memang kami melihat masih ada potensi untuk koreksi dari IHSG, untuk itu teman-teman investor lebih baik kami sarankan untuk trading dalam jangka pendek saja ya bukan untuk kita hold bagaimana sampai nanti di akhir tahun kita harus menunggu dulu sampai bottomnya IHSG," ujarnya, Sabtu (21/8/2021).

Baca Juga: IHSG Pekan Depan Diprediksi Koreksi, Investor Harus Apa?

Menurut Aqil, ada beberapa sektor yang menguat, salah satunya sektor kuangan didorong sektor infrastruktur dengan 1,63%. Untuk saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Aqil menilai memang terjadi penguatan pada perdangangan Jumat (20/8) dengan 1,29% di level 3930.

"Kita cermati penguatan hari jumat tidak akan panjang juga tidak terlalu kuat apalagi nanti BBRI tidak mampu kembali menembus ke atas level psikologis 4000 atau juga 4020 menjadi level resistennya," katanya.

Baca Juga: Daftar 10 Saham yang Cuan Selama Sepekan

"Kami lihat ada potensi memang untuk penguatan terbatas di minggu depan untuk BBRI namun harap diwaspadai untuk hari Jumat saja asing sudah mulai jualan ya di BBRI sekitar 100 miliar, kita cermati juga secara pola teknikalnya dari BBRI masih bergerak di rentang sideways nya dalam jangka menengah seperti itu," tambahnya.

Menurut Aqil BBRI ada potensi ke 4000 namun masih rawan terkoreksi, jika di level 4070 bisa di hold, buy on weakness dan bisa di average di kisaran 3860-3900 tunggu sampai di level resisten 4020.

Kemudian Aqil mencermati di saham perbankan lainnya memang ada potensi hampir mirip pola teknikalnya dan melihat penguatannya harus diuji terlebih dahulu.

"Misalnya kita ambil contoh BBCA itu ada level resistennya cukup jauh di level 33800 sementara tidak tembus ke level tersebut, maka BBCA nanti masih agak rawan untuk terkoreksi nantinya kami perkirakan levelnya akan menguji ke 32000 sampai nanti ke 31000," katanya.

Lalu jika lihat perbankan lainnya seperti BBNI, memang di hari Jumat ditutup menguat 2,3,6% hanya closing di level tertinggi 18 Agustus.

"Kita cermati ini tidak begitu kuat untuk sinyal buy nya ya karena bagaimana dari indikator stokastik berada di area level overboard dari BBNI," ujar Aqil.

Sedangkan untuk PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) memang Aqil melihat ada tanda-tanda penguatan ke 2450. AGRO direkomendasikan untuk buy on weakness karena memang pergerakannya sudah mulai menarik setelah terjadi koreksi 3 hari berturut-turut.

"Kami perkirakan AGRO 2450, tapi perhatikan kalau level 2450 tidak tembus ada rawan untuk profit taking terlebih dahulu dan best case nya bila dia tembus 2450 maka perhatikan level resisnya di 2640 supportnya di 2110," katanya.

Selain BBRI, BBNI dan AGRO, berikut saham pilihan dari Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triadi:

1. PT Indika Energy Tbk (INDY) 1270-1310 1385-1430 (BOW)

2. PT Astra International Tbk (ASII) 5000-5075 5300-5425 (BOW)

3. PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) 234-240 256-262 (BOY)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini