Share

Belanja Negara Rp2.708 Triliun, Sri Mulyani: Bukan untuk Kemewahan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Selasa 24 Agustus 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 320 2460277 belanja-negara-rp2-708-triliun-sri-mulyani-bukan-untuk-kemewahan-Q7ucMFQfg3.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Alokasi belanja negara dalam RAPBN 2022 mencapai Rp2.708,7 triliun. Jumlah tersebut termasuk belanja prioritas.

Begitu besarnya belanja negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan bahwa uang ini bukan untuk kemewahan.

Baca Juga: Tak Hanya PNS, Tunjangan Presiden hingga Menteri Juga Perlu Dipangkas

“Belanja negara bukan untuk kemewahan, tapi untuk pemerataan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Sri Mulyani dikutip dari akun Instagram @smindrawati, Selasa (24/8/2021).

Sri Mulyani menyatakan bahwa belanja negara dalam RAPBN 2022 bukan sekadar mengeluarkan uang. Namun, hal tersebut merupakan sebuah upaya untuk mencapai Indonesia maju.

“Belanja negara bukan sekedar mengeluarkan uang, tapi upaya mencapai Indonesia Maju,” ucap dia.

Baca Juga: Daftar Infrastruktur Rp384,8 Triliun yang Dibangun Jokowi di 2022

Adapun alokasi belanja negara meliputi belanja bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang perlindungan sosial, infrastruktur, dan pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), hingga ketahanan pangan.

“Belanja bidang kesehatan untuk kelanjutan penanganan pandemi Covid-19. Bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM sebagai modal utama pembangunan nasional. Bidang perlindungan sosial untuk mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan pembangunan SDM jangka panjang,” ujar dia.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Lalu, belanja infrastuktur untuk penyelesaian proyek infrastruktur yang tertunda akibat pandemi dan output strategis yang mendukung pemulihan ekonomi. Sementara, belanja pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pemerataan akses dan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya untuk mendukung program pendidikan.

Adapun belanja ketahanan pangan akan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan produksi komoditas pangan dan revitalisasi sistem ketahanan pangan.

“Dengan begitu dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani serta nelayan,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini