Ke depan, Garuda Indonesia akan mengoptimalkan potensi pangsa pasar charter, baik untuk layanan penumpang maupun kargo. Sebab, khusus untuk angkutan logistik, perseroan melihat adanya tren kenaikan jumlah kargo yang diangkut di setiap penerbangan sepanjang semester I 2021.
Terbukti, secara Group Garuda Indonesia mencatatkan jumlah angkutan kargo sebesar 152.300 ton tumbuh 37,56 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 110.715 ton.
Meski tekanan kinerja angkutan penumpang masih terus berlangsung sebagai dampak dari kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah wilayah di Indonesia, Garuda Indonesia optimistis traffic penerbangan dalam negeri dan tingkat keterisian penumpang pesawat akan berangsur pulih seiring adanya penurunan positivity rate kasus Covid-19 pada tingkat nasional.
“Seiring dengan menurunnya jumlah kasus Covid-19 secara nasional yang berdampak pada relaksasi kebijakan PPKM di sejumlah wilayah di Indonesia, Garuda Indonesia optimistis pada Semester II 2021 akan terdapat peningkatan traffic penumpang secara bertahap,”kata Irfan.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.