Share

Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp113 Triliun, Ini Arahan Luhut

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 320 2465670 biaya-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-jadi-rp113-triliun-ini-arahan-luhut-1bMgbzmjcb.jpg Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/KCIC)

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan menanggapi proyek pembangunan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Melalui Juru Bicaranya Jodi Mahardi, Luhut meminta seluruh BUMN yang terlibat dalam proyek strategis nasional (PSN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung terutama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk fokus menyelesaikannya.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kurang Biaya, RI Pinjam Duit ke Bank China

“Semua BUMN terkait terutama KAI diminta fokus menyelesaikan persoalan KCIC. Diharapkan semua yang dari awal ikut terlibat diproyek, terutama saat menegosiasikan struktur proyek, feasibility study, pendanaan, dan aspek legalitas tetap fokus pada solusi,” kata Jodi Mahardi saat dihubungi MNC News Portal, Jumat (3/9/2021).

Jodi mengatakan, Luhut beserta tim mendorong PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku kontraktor untuk melakukan sejumlah efisiensi terkait permasalahan biaya pembangunan.

Baca Juga: 5 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Biaya Pembangunan Jadi Bengkak

“Pak Menko dan tim memang sejak diminta mulai ikut membenahi KCIC di November 2019 terus mendorong efisiensi-efisiensi,” ujarnya.

Disampaikan oleh Jodi Pemerintah telah meminta pihak KCIC untuk melakukan berbagai efisiensi-efisiensi pembangunan yang bisa dilakukan agar biaya pembangunan bisa dihemat.

“Range cost overrun nanti masih subject dari audit BPKP supaya angkanya bisa lebih akurat. Biaya proyek proyek pun membengkak. Hitungan terakhir dari PT KAI (Persero), biaya proyek tersebut kini menjadi USD7,97 miliar atau sekitar Rp 113 triliun dari sebelumnya USD6,07 miliar atau sekitar Rp 85 Triliun,” tambahnya.

Mengenai pemenuhan dana untuk cost over run saat ini masih dalam pembahasan pemerintah Indonesia dan BUMN Sponsor

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini