Terus Merugi, Maskapai Pemilik Miliarder Lucio Tan Ajukan Pailit

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Senin 06 September 2021 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 320 2466739 terus-merugi-maskapai-pemilik-miliarder-lucio-tan-ajukan-pailit-Ly822is80Y.png Philippine Airlines Ajukan Pailit. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Maskapai Philippine Airlines (PAL) mengajukan pailit lkarena merugi akibat pandemi Covid-19. Maskapai milik miliarder Lucio Tan ini mengajukan kebangkrutan dengan rencana restrukturisasi maskapai penerbangan.

“Rencana restrukturisasi yang tunduk pada persetujuan pengadilan memberikan lebih dari USD2miliar pengurangan neraca permanen dari kreditur, dan memungkinkan maskapai untuk secara konsensual mengontrak kapasitas armada sebesar 25%,” kata Maskapai PAL, dilansir dari Forbes, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: Vaksin Sudah 2 Kali, Naik Pesawat Cukup Antigen

Sebelumnya, pengajuan restrukturisasi PAL telah diatur pada US Chapter 11 process di New York. Menurut rencana, PAL bakal mendapatkan sebesar USD505 juta dolar dalam ekuitas jangka panjang, pembiayaan utang pemegang saham mayoritas, serta tambahan sebesar USD150 juta untuk utang investor baru.

Pihak maskapai juga berkomitmen menjaga kelangsungan bisnis selama proses restrukturisasi, sambil memenuhi kewajiban keuangan terhadap karyawan, pelanggan, pemerintah, dan lainnya.

Baca Juga: 2 Syarat Terbaru Naik Pesawat di Masa PPKM Berlevel

“Kami berterima kasih kepada pemberi pinjaman, mitra penerbangan, dan kreditur lainnya yang mendukung rencana tersebut, yang memberdayakan PAL untuk mengatasi dampak pandemi global,” ungkap Lucio Tan.

Pengajuan pailit diawali saat PAL mulai mengurangi armada dan mengembalikan dua pesawat ke lessor. Maskapai juga menunda pengiriman pesawat baru yang semula dijadwalkan pada 2020 dan 2021, menjadi antara 2026 hingga 2030.

Pengurangan ini krusial untuk pemotongan biaya karena kerugian berkelanjutan yang dialami PAL telah menekan likuiditas perusahaan secara signifikan.

Menurut Pimpinan PAL, Gilbert Santa Maria, maskapai bahkan hanya mengoperasikan 21% dari penerbangan pra pandemi. Kerugian sebesar 73 miliar peso dialami PAL sepanjang 2020 dan terus bertambah 16,6 miliar kerugian bersih pada semester pertama 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini