Share

PTBA Garap Bisnis PLTS di Lahan Bekas Tambang

Antara, Jurnalis · Senin 06 September 2021 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 320 2466913 ptba-garap-bisnis-plts-di-lahan-bekas-tambang-PR4CcJUqwi.jpeg PTBA bangun PLTS di lahan bekas tambang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggarap bisnis energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan memanfaatkan lahan di bekas tambang milik perusahaan.

Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto mengatakan, PTBA berencana menggarap proyek pengembangan PLTS di Ombilin-Sumatera Barat, Tanjung Enim-Sumatera Selatan, dan Bantuas-Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Jaga Listrik, PLN Amankan Pasokan Batu Bara dari PTBA

Masing-masing lahan bekas tambang akan terpasang PLTS dengan kapasitas mencapai 200 MW. Saat ini, PLTS sedang dalam tahap pembahasan dengan PLN untuk bisa menjadi Independent Power Producer (IPP) dan ditargetkan masuk pada 2022.

Sebelumnya, PTBA juga melakukan ekspansi bisnis ke sektor energi baru dan terbarukan, salah satunya dengan Commercial Operation Date (CoD) PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II (Persero).

Baca Juga: PTBA Kantongi Laba Rp1,8 Triliun di Semester I-2021

“PLTS tersebut beroperasi penuh pada 1 Oktober 2020,” kata Suryo dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).

Nantinya, masing-masing lahan pasca tambang yang dimiliki Bukit Asam akan dipasang PLTS dengan kapasitas mencapai sekitar 200 Megawatt. Perseroan saat ini tengah membahas dengan PT PLN (Persero) untuk mengusulkan proyek-proyek PLTS milik PTBA masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Saat ini PLTS sedang dalam tahap pembahasan dengan PLN untuk bisa menjadi Independent Power Producer (IPP) dan ditargetkan masuk dalam RUPTL di tahun 2022," kata dia.

Direktur Pengembangan PT Bukit Asam Tbk Fuad IZ Fachroeddin mengatakan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) hingga 2050, pengembangan EBT Bukit Asam cukup ambisius dan terukur karena mempunyai kelebihan dalam konteks lahan pasca tambang.

Hal itu merujuk bahwa tantangan dalam pengembangan EBT, khususnya PLTS adalah ketersediaan lahan dan tarif yang atraktif bagi pembeli.

“Kami sudah hitung dengan cermat untuk address dua hal tersebut,” katanya.

Fuad mengatakan kalau dilihat dari Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sudah dipetakan potensi 207,8 GW energi surya. Solar PV ditargetkan 45 GW pada 2050. Dari beberapa potensi EBT maka energi surya adalah salah satu yang terbesar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini