JAKARTA – Sampai dengan Agustus 2021, PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil mencatatkan total kontrak baru Rp3,5 triliun. Di mana perolehan ini disumbang dari kontrak baru yang diraih perseroan sebesar Rp 105,1 miliar dari dua lini bisnis perseroan yakni, jasa pertambangan dan infrastruktur.
Direktur Utama PP Presisi, Rully Noviandar menjelaskan, perolehan kontrak baru tersebut berasal dari proyek pengembangan infrastruktur tambang PT Multi Harapan Utama (MHU) Rp 65,6 miliar. Lalu, kontribusi dari entitas anak, yaitu LMA, pada Proyek Kereta Api Makasa-Parepare Segmen F Arah Tonasa berjumlah Rp 19,8 miliar.
”Serta proyek lainnya yang berasal dari proyek pekerjaan pengecoran jalan Rigid Batang dan pekerjaan rusun Batang, Jalan Tol Lubuk Linggau Bengkulu, dan Jalan Tol Cisumdawu,” jelasnya seperti dilansir Harian Neraca, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Laba Emiten Produsen Sari Roti Naik 33% Jadi Rp121,8 Miliar
Rully menambahkan, dengan tercapainya kontrak baru ini, maka perseroan telah mencapai 95% dari target total kontrak sebanyak Rp 3,7 triliun sepanjang 2021. Adapun, proyek jasa tambang MHU sendiri merupakan proyek pengembangan tambang yang berfokus pada pekerjaan infrastruktur pertambangan.
Komposisi perolehan kontrak baru PPRE hingga Agustus 2021 didominasi oleh lini bisnis mining services 62%, civil work 30%, dan sisanya structure work serta production plant 8%. Untuk diketahui, sebesar 72% kontrak baru tersebut berasal dari non group dan 28% dari PP Group.
Baca Juga: Prima Andalan Mandiri (MCOL) Resmi Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-32 Tahun Ini
“Komposisi kontrak baru yang mayoritas diperoleh dari proyek non group tentunya menjadi pencapaian yang menggembirakan bagi PPRE untuk meningkatkan competitiveness melalui perolehan pasar yang lebih luas. Perseroan optimis dapat menambah perolehan kontrak baru hingga penghujung 2021 yang nilainya diharapkan dapat mencapai Rp 700 miliar,”kata Rully.