KAI Gantikan WIKA Pimpin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 320 2468075 kai-gantikan-wika-pimpin-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-5JPW4GRnki.jpg Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengungkapkan bahwa akan ada rencana perubahan, di mana PT KAI menggantikan posisi WIKA sebagai pemegang saham mayoritas di konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

"Seiring nanti akan dilakukan perubahan terhadap PP 107/2015 dahulu di mana WIKA saat itu sebagai lead konsorsium PSBI, nanti mungkin akan berubah leadnya ini akan berpindah di PT KAI di mana nanti juga PT KAI akan mendapatkan PMN dalam pemenuhan ekuitas di PSBI," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Wijaya Karya Ade Wahyu, dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp113 Triliun, Ini Arahan Luhut

Sampai saat ini, persentase pemegang saham konsorsium PSBI masih sama yaitu WIKA menjadi lead sebesar 38%, Jasa Marga 12%, KAI 25%, dan PTPN VIII 25%.

Ade menegaskan bahwa proses perubahan lead konsorsium tersebut masih dibahas di tingkat Kementerian Maritim dan Investasi (Marves) dan Sekretariat Negara (Setneg).

Baca Juga: 5 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Biaya Pembangunan Jadi Bengkak

"Nah proses ini masih digodok di Menko Marves dan Setneg," tegasnya.

Berkomentar soal pembengkakan biaya proyek (cost overrun) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Ade mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap evaluasi di tingkat internal KCIC bersama para pemegang saham dan sponsor terkait.

Ade mengharapkan masalah tersebut bisa selesai pada akhir Oktober 2021.

"Cost overrun yang timbul saat ini sedang digodok dan diavaluasi di internal KCIC bersama para pemegang saham dan sponsor, nah saat ini sedang di tahap akhir dan diharapkan besaran nilai dari cost overrun ini bisa selesai di Oktober," tuturnya.

Untuk diketahui, progres konstruksi WIKA di proyek KCJB telah mencapai 77,06%.

Ade mengharapkan cost overrun ini tidak berdampak terhadap jadwal operasi kereta cepat yang masih sesuai target yaitu pada akhir 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini