Sedangkan penjualan ditargetkan 21,5 juta ton hingga 22,4 juta ton. Sejauh ini, Tiongkok masih menjadi penyumbang utama penjualan sebesar 30%, Indonesia 19%, Jepang 16% dan negara-negara lainnya.
Dari total penjualan tersebut, perusahaan telah mendapatkan 79% kontrak penjualan. Lalu, sebanyak 56% harga jualnya telah ditetapkan, 24% lagi mengacu pada indeks harga batu bara, sedangkan 21% belum terjual. Perseroan juga telah merealisasikan belanja modal sampai dengan semester I/2021 sebesar USD4,8 juta atau masih minim dari target alokasi capex tahun ini mencapai USD 40,5 juta.
Disebutkan, hampir 40% capex keluar untuk perbaikan atau overhaul peralatan tambang dari kontraktor utama ITMG, TRUST dan sisanya untuk pengembangan proyek yang sedang berjalan seperti NPR, TIS, dan perusahaan tambang GPK.
Saat ini, pasar ekspor tambang perseroan adalah China sekitar 30%, Jepang 16%, domestik 19%, dan sisanya pada pasar biasa ke Thailand, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan Taiwan.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.