BRI: Rights Issue Akan Berdampak pada Valuasi Saham

Antara, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 278 2468777 bri-rights-issue-akan-berdampak-pada-valuasi-saham-sAKKkX0ZAC.jpg Rights issue akan menaikkan valuasi saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimistis rights issue akan mampu menaikkan valuasi saham perseroan ke depan.

"Dengan potensi pertumbuhan ekosistem ultramikro yang masih besar, tentu akan menjadi pendorong positif bagi pertumbuhan bisnis BRI dan diharapkan akan berdampak pada kenaikan valuasi saham BRI ke depan," kata Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno dilansir dari Antara, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga:  Kinerja Himbara Kinclong, Dirut BRI Optimistis Ekonomi Indonesia Pulih

Oleh karena itu, lanjut Viviana, perseroan berharap para investor dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk berperan serta dalam pembentukan ekosistem ultramikro melalui partisipasi dalam rights issue BRI.

Pada Kamis merupakan recording date atau tanggal terakhir dari pendaftaran atas pemilikan saham dalam daftar pemegang saham perusahaan yang berhak atas penjatahan HMETD

Baca Juga: Kinerja Gemilang BRI Diproyeksikan Berlanjut Hingga Akhir 2021

"Excercise period akan dilaksanakan mulai minggu depan, 13-22 September 2021. Periode ini merupakan periode di mana pemegang saham yang memiliki HMETD yang tercatat pada record date tadi, dapat mengeksekusi HMETD tersebut. Dengan timeline ini, kami berharap proses ini dapat berakhir pada 29 September 2021," ujar Viviana.

BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar saham baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I.

Harga pelaksanaan rights issue BBRI yakni Rp3.400 per lembar saham. Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam BRI dengan cara penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng) sesuai PP No. 73/2021.

Seluruh saham Seri B milik pemerintah dalam PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng. Nilai total PMHMETD I yang telah memperhitungkan inbreng serta eksekusi hak pemegang saham publik adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp95,92 triliun.

Dirinci dari total dana tersebut, nilai inbreng sebesar Rp54,77 triliun dan sisanya Rp41,15 triliun apabila seluruh pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing. Dana hasil dari aksi korporasi itu di antaranya akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan holding BUMN ultramikro (UMI) bersama Pegadaian dan PNM.

"Dana hasil penawaran umum terbatas yang akan kami terima akan kami gunakan untuk dua hal. Yang pertama untuk pembentukan holding ultramikro itu sendiri melalui penyertaan saham dalam Pegadaian dan PNM sebagai konsekuensi dari inbreng yang dilakukan oleh pemerintah. Selebihnya, dalam bentuk uang tunai akan kita gunakan sebagai modal kerja dalam rangka pengembangan ekosistem ultramikro serta bisnis mikro dan bisnis kecil," kata Viviana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini