Garuda Bakal Jajaki Skema Restrukturisasi Usai Kalah di Pengadilan Arbitrase

Antara, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 320 2469211 garuda-bakal-jajaki-skema-restrukturisasi-usai-kalah-di-pengadilan-arbitrase-wRFjKwGDZg.jpg Garuda (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) mengatakan akan menjajaki skema restrukturisasi usai mengalami kekalahan dalam gugatan yang diajukan perusahaan penyewaan pesawat atau lessor di pengadilan arbitrase London Court of International Arbitration (LCIA).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Goshawk guna menjajaki kesepakatan terbaik dalam upaya penyelesaian kewajiban usaha perseroan di luar proses hukum yang berlangsung.

"Adapun upaya tersebut salah satunya dengan mempertimbangkan kemungkinan penjajakan skema restrukturisasi maupun strategi alternatif penunjang lainnya," kata Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga: Kalah di Pengadilan Arbitrase London, Ini Langkah Dirut Garuda Indonesia

Dia menyatakan optimistis penjajakan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan terbaik bagi seluruh pihak khususnya dengan memperhatikan aspek keberlangsungan usaha di tengah tekanan kinerja industri penerbangan selama masa pandemi.

Perseroan memastikan seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal meski ada sejumlah gugatan dari pihak lessor.

Baca Juga: Garuda Indonesia Diminta Berbenah Diri Usai Kalah di Pengadilan Arbitrase

"Kami sepenuhnya akan menghormati dan menyikapi secara bijak hal-hal yang telah ditetapkan LCIA dalam kewenangannya sebagai lembaga penyelesaian sengketa arbitrase internasional," pungkas Irfan.

Putusan arbitrase tersebut merupakan tindak lanjut dari gugatan lessor pesawat Helice Leasing S.A.S dan Atterisage S.A.S (Goshawk) terkait dengan kewajiban pembayaran sewa pesawat perseroan yang diajukan kepada LCIA pada awal tahun 2021.

LCIA menjatuhkan putusan arbitrase yang pada intinya perseroan diwajibkan untuk melakukan pembayaran rent atas sewa pesawat dan kewajiban-kewajiban berdasarkan perjanjian sewa pesawat, pembayaran bunga keterlambatan, serta pembayaran biaya perkara penggugat.

Saat ini, Garuda Indonesia sedang berupaya menyelesaikan gugatan hukum dengan sejumlah lessor melalui negosiasi kontrak sewa pesawat.

Adapun maskapai pelat merah ini tercatat memiliki perjanjian sewa pesawat dengan 31 lessor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini