JAKARTA - Pemerintah resmi menyalurkan BLT untuk PKL dan pemilik warung atau (BTPKLW) sebesar Rp1,2 juta. Penyaluran BLT Rp1,2 juta dilakukan TNI dan Polri. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,2 triliun untuk 1 juta pelaku usaha.
Seremoni penyaluran BLT Rp1,2 juta untuk PKL dan pemilik warung dilakukan di Medan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani
"Terkhusus untuk warga maupun pedagang kaki lima dan warung yang ada di Kota Medan mendapat perhatian penuh dari Presiden RI. Sehingga bantuan yang sudah disalurkan bisa digunakan dengan baik," ujar Airlangga dalam penyaluran bantuan yang digelar di lapangan Mapolrestestabes Medan, Jalan HM Said, Kota Medan, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: BLT PKL Cair untuk Pelaku Usaha yang Belum Dapat BPUM
Berikut fakta-fakta menarik soal BLT Rp1,2 juta untuk PKL dan pemilik warung seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (11/9/2021).
1. Sri Mulyani Alokasikan Anggaran Rp1,2 Triliun
BLT PKL diberikan pada usaha kecil menengah dan pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pandemi Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan Rp1,2 triliun untuk TNI dan Polri untuk disalurkan kepada penerima BLT PKL.
“Kami berharap dana ini bisa kita sampaikan Rp600 miliar untuk TNI dan Rp600 miliar untuk Polri kemudian diteruskan kepada masyarakat terutama PKL. Jadi ini dananya Rp1,2 triliun,” katanya.
2. Rincian PKL Dapat BLT
Sri Mulyani menyebutkan nantinya akan ada 1 juta UKM dan PKL di seluruh Indonesia yang mendapat bantuan sebesar Rp1,2 juta dengan masing-masing dari TNI sebanyak 500 ribu UKM dan PKL serta 500 ribu dari Polri.
Uji coba pemberian bantuan sebesar Rp1,2 juta melalui TNI dan Polri ini dilakukan kepada UKM dan PKL di Medan, Sumatera Utara, dengan didampingi langsung oleh Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Beberapa pemilik warung dan PKL memberikan statement bahwa kehidupan mereka menjadi lebih berat karena biasanya bisa jualan (sekarang) omsetnya turun bahkan sampai 75 persen,” jelas Sri Mulyani.