4 Fakta Vaksinasi di Indonesia, Masyarakat Diminta Tidak Pilih-Pilih Vaksin

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 12 September 2021 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 320 2469955 4-fakta-vaksinasi-di-indonesia-masyarakat-diminta-tidak-pilih-pilih-vaksin-UhykFUXGjb.jpg Vaksinasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Stok vaksin di tahap ke-50 menambah total sebanyak 33 juta vaksin Sinovac di Indonesia. Pemerintah mengklaim bahwa stok vaksin Covid-19 di tanah air sudah aman. Namun ketimpangan terus terjadi antar daerah dalam melaksanakan vaksinasi.

Karena itu Okezone merangkum fakta-fakta soal stok vaksinasi di Indonesia sebagai berikut, Minggu (12/9/2021):

1. Pemerintah Jamin Keamanan Vaksin

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah memastikan keamanan, mutu dan efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh dan vaksin yang telah disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM, rekomendasi dari ITAGI dan WHO dan para ahli.

Baca Juga: Menko Airlangga Soroti Rendahnya Vaksinasi di Aceh hingga NTB

Untuk itu, Airlangga memastikan masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir menerima vaksin semua merek vaksin berkhasiat melindungi masyarakat."Oleh karenanya tidak perlu memilih-milih dan vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia pada saat ini," katanya di Jakarta.

2. Rincian Stok Vaksin Covid-19

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan merinci berbagai jenis vaksin beserta stoknya saat ini.

Baca Juga: 4 Fakta Stok Vaksin Covid-19 Aman dan Masyarakat Jangan Pilih-Pilih

"Vaksin jadi Sinovac yang sudah diterima adalah 33 juta dosis, sedangkan total vaksin Sinovac dalam bentuk bulk sudah diterima adalah 153.900.280 dosis, selain itu AstraZeneca 19,5 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis, Sinopharm 8,25 juta dosis," kata Airlangga.

3. Target Vaksin Anak 12 Tahun

Saat ini, masyarakat yang telah divaksin berjumlah 128,2 juta. Pemerintah juga menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk anak 12 tahun.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada para menteri, kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi dan tentu perlu didistribusikan secara cepat ke masyarakat agar tujuan dapat tercapai secara merata," ujar Airlangga.

4. Ketimpangan Vaksinasi Antar Daerah

Capaian vaksinasi covid-19 antara satu daerah dengan yang lainnya masih timpang. Dimana ada daerah yang cakupan vaksinasi tinggi tapi ada pulang belum sampai 30% dari target.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya memperbanyak stok vaksin untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional dari berbagai skema.“Namun untuk segera melakukan percepatan vaksinasi, perlu adanya upaya proaktif antara keduanya pusat dan daerah untuk menjamin keberadaan stok vaksin mencukupi khususnya di tiap kabupaten atau kota,” kata Wiku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini