Bisnis Nama Bayi, Gadis 19 Tahun Raup Cuan Miliaran Rupiah

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 455 2471243 bisnis-nama-bayi-gadis-19-tahun-raup-cuan-miliaran-rupiah-NQ3239yAdA.jpg Bisnis Nama Bayi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

LONDON - Beau Jessup berhasil mendapat miliaran Rupiah dari bisnis nama bayi. Gadis berusia 19 tahun ini mendirikan Special Name, sebuah situs web yang dirancang untuk memberikan nama bayi dalam bahasa Inggris untuk orang tua China.

Jessup mulai bisnis pada 2015, ketika usianya baru 15 tahun. Enam bulan kemudian, dia telah menghasilan USD60.000 untuk 200.000 nama bayi. Sejak itu, hingga saat ini, totalnya dia telah memberikan 677.900 nama bayi.

Bisnisnya dimulai ketika Jessup bepergian dengan ayahnya ke China. Salah satu rekan bisnis sang ayah, perempuan bermarga Wang meminta bantuan untuk menamai putrinya yang berusia 3 tahun.

"Saya merasa terhormat dan terkejut. Itu merupakan hal yang sangat penting dilakukan," kata dia, dikutip dari CNBC, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Syarat Ikut Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2021

Karena ingin memberikan nama yang tepat, Jessup meminta Wang berbagi lebih banyak tentang harapan untuk putrinya. Wang mengaku ingin orang terkejut dengan hal yang bisa dicapai putrinya, sehingga setelah berpikir dengan hati-hati, Jessup menyarankan nama Eliza karena terinspirasi pahlawan perempuan fiksi di My Fair Lady, Eliza Doolittle.

Domino Jessup mengatakan, Wang sangat senang. Dia pun menjelaskan pentingnya nama Inggris bagi orang China. Semua bayi diberi nama China yang terdiri dari dua hingga tiga karakter dengan makna yang dipilih dengan teliti.

Namun, banyak orang Tionghoa merasa lebih mudah untuk berinteraksi dengan orang Inggris jika mereka juga memiliki nama Barat. Secara tradisional, nama-nama itu akan diberikan sendiri atau diberikan oleh guru. Namun, kata dia, karena hambatan bahasa dan sensor internet di China, kemampuan untuk meneliti nama bayi dibatasi, bahkan sering kali menghasilkan pilihan yang tidak menguntungkan dan kadang lucu, seperti Rolex Wang dan Gandalf Wu.

Baca Juga: Lego Jadi Merek Mainan Termahal di Dunia

"Saya terpikir jika Nyonya Wang membutuhkan layanan ini, mungkin orang tua lain juga akan membutuhkannya,” ujar Jessup.

Pada 2015, China mengakhiri kebijakan satu anak. Pada 2016, data Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional China melaporkan, angka kelahiran negara itu naik 7,9 persen menjadi 17,86 juta. Sejalan dengan itu, Jessup memutuskan meluncurkan situs web berbahasa Mandarin yang menfasilitasi kebutuhan akan nama bayi dalam bahasa Inggris.

Saat pulang ke Inggris untuk memulai bisnisnya, Jessup meminjam USD1.980 dari ayahnya dan menyewa pengembang web lepas untuk membangun situs web. Di waktu senggangnya, dia mulai mengisi databasenya dengan lebih dari 4.000 nama anak laki-laki dan perempuan, yang dikaitkan dengan lima karakteristik yang menurutnya paling mewakili nama itu, seperti jujur ​​dan optimistis.

Jessup mengaku, prosesnya cukup sulit pada awalnya, tetapi algoritma telah menghilangkan banyak tugas penamaan bayi.

"Banyak orang bertanya kepada saya bagaimana saya punya waktu untuk memberi nama semua bayi ini. Sama seperti Google yang punya waktu untuk menemukan segalanya untuk semua orang sekaligus, saya menggunakan algoritma," ucapnya.

Situs web ini bekerja dengan meminta pengguna untuk memilih lima karakteristik dari daftar 12 yang paling mereka inginkan untuk diwujudkan oleh anak mereka. Algoritma kemudian memilih tiga nama spesifik gender yang cocok dengan lima karakteristik tersebut. Perjuangan Govinda Sukses di Industri Musik setelah Berganti Nama dari Domino Pengguna kemudian didorong untuk berbagi tiga saran dengan teman dan keluarga mereka untuk membantu mereka memilih favorit mereka dan menghindari kesalahan budaya. Prosesnya hanya memakan waktu tiga menit.

"Saya memberikan tiga nama yang tepat untuk dipilih orang tua dan saya mendorong mereka untuk melibatkan teman dan keluarga mereka dalam keputusan ini," kata Jessup.

Awalnya, Jessup menyediakan layanan ini secara gratis. Tapi setelah menamai 162.000 bayi, dia mengenakan tarif 79 sen. Situs tersebut kini telah menamai 677.929 bayi dan menurut perkiraan CNBC Make It, itu menghasilkan pendapatan sebesar USD407.443 atau setara Rp5,8 miliar.

Jessup menuturkan, penghasilannya digunakan untuk membayar biaya kuliah, berinvestasi di properti, dan membayar pinjaman ke ayahnya. Adapun situs web, sebagian besar beroperasi mandiri, hanya membutuhkan tim kecil di China untuk mengelola operasi teknisnya.

"Saya masih memperbarui database setiap bulan, tetapi bisnis ini sepenuhnya otomatis, memungkinkan saya fokus penuh untuk studi saya," ujar Jessup yang mengambil studi antropolog sosial di London School of Economics.

Dia mengaku, sedang dalam negosiasi dengan sebuah perusahaan yang ingin membeli bisnisnya. Sementara itu, Jessup juga berencana menggunakan pengalamannya sebagai bekal bisnis di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini