Erick Thohir Pastikan Mendag Tidak Suka Impor

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 320 2472576 erick-thohir-pastikan-mendag-tidak-suka-impor-dpkNzPVuVT.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Persoalan impor pangan menjadi perhatian banyak pihak. Terkait hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir, mengaku Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, bukan pejabatan negara yang 'doyan' impor.

"Saya yakin pak Menteri Perdagangan juga backgroundnya bukan yang seneng impor tapi data harus disamakan," ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Upaya menekan impor pangan terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui pembentukan Holding BUMN Pangan. Erick mengaku, ke depan pemerintah akan memetakan berapa porsi pangan yang diproduksi dan berapa persen yang akan diimpor.

Baca Juga: Erick Thohir Sentil Swasta: Jangan Ngakalin BUMN, Bisnis Harus Saling Untung

"Kita harus bisa menyeimbangkan berapa produksi dalam negeri berapa impor. Karena itu sejak awal saya bersama Pak Menteri Perdagangan mendorong ini ada equilibrium sistem baru," katanya.

Baca Juga: Erick Thohir Tak Mau Ada Oknum BUMN Sering Korupsi karena Proyek

Karena itu, transformasi yang ada di BUMN pangan menjadi satu keharusan. Terkait hal ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) selaku calon induk holding mencatat proses pendirian Holding Pangan memasuki tahap merger atau penggabungan sejumlah perusahaan di klaster pangan.

Berikutnya, akan dilakukan inbreng saham PT Berdikari (Persero), Perum Perikanan Indonesia Persero atau Perindo, PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus, dan PT Pertani (Persero).

Kemudian, PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, dan PT Garam (Persero). Adapun nilai asetnya hasil inbreng diperkirakan mencapai Rp28 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini