Miliarder Klaten Kantongi Rp43 Miliar dari Uang Ganti Rugi Tol

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 455 2472776 miliarder-klaten-kantongi-rp43-miliar-dari-uang-ganti-rugi-tol-FLmP1KxcND.jpg Mendadak jadi miliarder karena mendapat ganti rugi lahan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Warga desa mendadak jadi miliarder karena menerima pembayaran uang ganti rugi (UGR) proyek jalan tol Solo-Jogja. Pembayaran uang ganti rugi proyek tol Solo-Jogja berlanjut di Desa Beku, Kecamatan Karanganom.

Pemilik 40 bidang lahan menerima UGR dengan nilai total Rp43 miliar. Pencairan ganti kerugian dan pelepasan hak atas tanah jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo digelar di gedung pertemuan di Dukuh/Desa Beku, Kamis (16/9/2021). Pada pencairan itu ada dua pemilik bidang lahan yang tak hadir.

Baca Juga: Jadi Miliarder karena Proyek Tol, Kakek Ini Raup Rp3,2 Miliar Langsung Beli Kos-kosan

“Ada dua pemilik bidang lahan yang tidak hadir karena yang bersangkutan meninggal dunia. Oleh karena itu, ganti rugi [dua bidang lahan] kami kembalikan ke negara sambil menunggu surat-surat ahli warisnya. Kami tidak akan memberikan ganti rugi sepanjang yang tidak bersangkutan atau ahli waris yang sudah mendapatkan surat kuasa,” kata Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten Tentrem Prihatin dilansir dari Antara (17/9/2021).

Kasi Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono, menjelaskan nilai total UGR yang dicairkan pada tahap I untuk 40 bidang di Desa Beku senilai Rp43 miliar. Jumlah total lahan yang dibebaskan untuk jalan tol di Beku sebanyak 69 bidang.

Baca Juga: Kisah Kamidi, Kakek Miliarder Sleman Tak Ingin Foya-Foya dan Larang Anak Beli Mobil

Sementara, 29 bidang lainnya masing-masing terdiri dari 20 bidang tanah kas desa dan sembilan bidang lahan milik perorangan. Bidang lahan milik perorangan tersebut diperkirakan cair tak lama lagi.

Sulis mengatakan pencairan UGR sudah dilakukan di 15 desa yang tersebar di empatkecamatan yakni Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Ceper, dan Karanganom. Jumlah total bidang lahan yang sudah dibebaskan yakni 1.024 bidang dari total bidang lahan untuk jalan tol di Klaten sebanyak 4.71 bidang di 50 desa tersebar di 11 kecamatan.

“Alhamdulillah, untuk lahan yang sudah kami bebaskan di 15 desa tidak ada masalah. Pemilik lahan semua menerima. Bahkan di Kapungan, bangunan belum diminta dirobohkan sekarang banyak yang sudah dirobohkan oleh pemiliknya [setelah menerima UGR],” kata Sulis.

Sulis mengatakan pencairan UGR tol bakal terus berlanjut. Rencananya, musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian dilanjutkan di wilayah Kecamatan Ngawen pada Oktober 2021. “Untuk wilayah Karanganom sudah selesai tinggal sedikit-sedikit,” jelas dia.

Kepala Desa Beku, Alex Bambang Wijanarko, mengatakan lahan untuk jalan tol di Beku meliputi permukiman, sawah, makam, serta musala. Permukiman, makam, serta musala berada di Dukuh Sidorejo. “Makam ada tiga bidang makam. Salah satunya hanya ada satu makam yakni makam pepunden [cikal bakal Desa Beku] yakni makam Kiai Sadji,” kata Alex.

Alex mengatakan hingga kini warga tak mempersoalkan lahan serta pekarangan mereka dibebaskan oleh pemerintah untuk pembangunan jalan tol. Dia menjelaskan warga terdampak saat ini sudah mulai mencari rumah pengganti di sekitar wilayah Beku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini