LPS Jamin 365 Juta Rekening Senilai Rp3.564 Triliun

Antara, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478926 lps-jamin-365-juta-rekening-senilai-rp3-564-triliun-x9YxxeUEhI.jpg LPS Jamin Rekening Masyarakat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin 365.073.552 rekening atau setara 99,92% dari total rekening masyarakat di Indonesia.

"Dengan demikian, cakupan simpanan perbankan dari sisi rekening maupun nominal masih terjaga di level yang memadai," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,5%

Sementara secara nominal, ia menyebutkan jumlah simpanan di bawah Rp2 miliar yang masuk program penjaminan mencapai sekitar 50,02% dari total simpanan atau setara dengan Rp3.564,11 triliun.

Di sisi lain, Purbaya menyampaikan stabilitas sistem keuangan khususnya perbankan tetap terjaga, tercermin dari pergerakan Indeks Stabilitas Perbankan (BSI) yang berada dalam kategori “Normal-Stabil”.

Baca Juga: Dorong Orang Kaya Belanja, Bunga Penjaminan LPS Segera Dipangkas

Nilai BSI pada posisi 22 September 2021 berada pada level 99,48, sejalan dengan terkendalinya tekanan pada sub index market pressure dan dua sub indeks lainnya, yaitu sub index interbank pressure dan sub index credit pressure.

Meski begitu, ia menilai peningkatan penyaluran kredit masih dihadapkan pada risiko ketidakpastian dari sisi eksternal maupun internal, yang utamanya berasal dari dampak pandemi Covid-19.

"Oleh karenanya proses pemulihan ekonomi perlu terus didorong dengan kebijakan stimulus sektor perbankan yang terukur serta mempertimbangkan stabilitas sistem keuangan dalam jangka panjang," ucap Purbaya.

Purbaya menjelaskan, perbankan juga perlu dibantu untuk mengelola biaya dana sehingga diharapkan dapat memberikan insentif untuk sisi biaya dan penyaluran kredit perbankan.

Ke depan, LPS akan terus berupaya menjaga sinergi kebijakan lintas otoritas untuk mendukung proses pemulihan ekonomi yang lebih cepat dan berkontribusi pada stabilitas sistem keuangan secara lebih luas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini