UMKM Serap Rp32,7 Triliun Anggaran Pemulihan Ekonomi

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 320 2481626 umkm-serap-rp32-7-triliun-anggaran-pemulihan-ekonomi-e2GYLgSPw0.jpg Pemerintah Fokus Bantu UMKM. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp95,13 triliun yang dimanfaatkan antara lain untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), perluasan kredit modal kerja, restrukturisasi dan penjaminan kredit UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, dan fasilitas lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, UMKM menyerap Rp32,72 triliun, lebih dari separuh dari realisasi program PEN senilai Rp61,62 triliun. Khususnya, pada kategori KUR super mikro di mana lebih dari 90% penerima manfaatnya adalah perempuan.

Baca Juga: UKM Indonesia Unjuk Gigi di Dubai Expo

“Kita perlu melakukan kolaborasi antar stakeholder dan membekali UMKM dengan akses pasar, akses finansial, dan akses teknologi dengan pemberdayaan maupun pendidikan. Semoga kita bisa mendorong semangat UMKM perempuan untuk bangkit, maju bersama, menjadi UMKM yang tangguh dan dapat naik kelas,” ujar Airlangga, dalam webinar, Selasa (5/10/2021).

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja para pengusaha berskala mikro, kecil, dan menengah, salah satunya melalui upaya digitalisasi.

Baca Juga: UMKM Melek Keuangan, Ini Untungnya

“Kita terus mendorong UMKM agar go digital, dan target kita di 2024 adalah 30 juta UMKM sudah go digital. Saat ini baru sekitar 15,9 juta UMKM yang sudah terhubung ke ekosistim digital, atau sekitar 24%. Angka ini tumbuh 99% jika dibandingkan pada awal 2020 atau sebelum pandemi,” jelas Teten.

Untuk diketahui, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan peranan perempuan menjadi perhatian pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional yang menyeluruh. Pasalnya, sektor ini berkontribusi signifikan (60%) pada Produk Domestik Bruto Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Urusan Eksternal Elvira Lianita mengungkapkan komitmen berkelanjutan dalam mengembangkan UMKM, khususnya UMKM perempuan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Ia mengambil contoh besarnya peran perempuan pada komunitas toko kelontong binaan Sampoerna Retail Community (SRC).

“Setiap hari kami berinteraksi dengan pelaku UMKM dan hal ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan yang mereka hadapi. Melalui SRC kami membina dan membangun sebuah komunitas yang terdiri dari 150.000 toko kelontong. Lebih dari 60% toko kelontong tersebut dimiliki dan dikelola oleh perempuan, dengan lebih dari separuh diantaranya merupakan pencari nafkah utama keluarga mereka,” kata Elvira.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini