Pasca-Alih Kelola, Jumlah Sumur Pengeboran Blok Rokan Lampaui Target

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Minggu 10 Oktober 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 320 2483968 pasca-alih-kelola-jumlah-sumur-pengeboran-blok-rokan-lampaui-target-DmLZL9GxAw.jpg Blok Rokan. (foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Pengeboran sumur di Blok Rokan berhasil melampaui target, pasca alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan. Dalam dua bulan, dari target 45 sumur tajak untuk periode Agustus-September, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan mampu menyelesaikan 47 sumur tajak.

Saat ini, PHR telah mengoperasikan 16 rig pengeboran dan akan terus menambah jumlahnya guna mendukung program kerja masif dan agresif. Adapun hingga akhir tahun 2021 target pengeboran sebanyak 161 sumur tajak.

"Pencapaian itu berkat komitmen dan kerja keras seluruh pekerja di WK Rokan dengan semangat Satu Tim untuk meningkatkan produksi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan," ujar Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin dikutip, Minggu (10/10/2021).

Baca Juga: Ahok Ungkap Dugaan Korupsi Pembelian LNG di Pertamina, Kementerian BUMN: Kita Tunggu KPK

Selain melampaui target pengeboran periode Agustus-September, PHR juga berhasil memperpendek waktu pengeboran hingga produksi awal dihasilkan atau put on production (POP). Dari sebelumnya sekitar 22 hingga 30 hari, kini menjadi sekitar 15 hari untuk area operasi Sumatra Light Oil (SLO) atau sumur-sumur penghasil jenis minyak ringan.

PHR melakukan beberapa terobosan, di antaranya, tim pengeboran melakukan beberapa kegiatan secara paralel (offline activity), meningkatkan keandalan peralatan pengeboran, dan menyusun perencanaan yang matang untuk pemenuhan sumber daya agar menghindari terjadinya waktu menunggu servis atau material.

Baca Juga: Kunjungi Kilang Tertua di Indonesia, Ahok Dorong Perwira Pertamina Lebih Kreatif

"PHR berupaya menciptakan ekosistem yang dapat mendukung upaya peningkatan produksi WK Rokan. Jika ada kendala, harus segera dicari solusinya agar kami dapat bergerak cepat untuk mendukung rencana kerja WK Rokan yang masif dan agresif," tegas Jaffee.

Tahun depan, target pengeboran PHR meningkat menjadi 500 sumur.

Dalam kunjungannya ke Petapahan-Kotabatak, Jaffee mengunjungi beberapa fasilitas dan berdialog dengan para pekerja di sana. Fasilitas yang dikunjungi adalah Stasiun Pengumpul Kotabatak, Kompleks Pertamina Petapahan, dan lokasi pekerjaan pengeboran sumur.

Di Stasiun Pengumpul Kotabatak, Jaffee meninjau alat pemantau baku mutu air buangan yang merupakan bagian dari program Sparing, kependekan dari Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Terus-Menerus dalam Jaringan. Alat tersebut memantau antara lain derajat keasaman (pH), suhu, debit, dan chemical oxygen demand (COD).

Hasil pengukuran dari alat itu juga dipantau secara real time oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ketaatan terhadap program itu merupakan wujud komitmen PHR untuk menjalankan bisnis secara lebih ramah lingkungan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini