Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai APBN, Begini Reaksi KCIC

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 320 2484883 proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pakai-apbn-begini-reaksi-kcic-ntB0dbqh7t.jpg Biaya Kontruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk dialokasikan ke dalam pembangunan kereta cepat Bandung- Jakarta KCJB.

Keputusan itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021, tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Menanggapi hal ini, General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya menegaskan bahwa mengenai kebijakan pendanaan dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan investasi maupun cost overrun, merupakan ranah dari pemerintah.

“Hal-hal yang berkaitan tentang pendanaan, investasi ataupun cost overrun, itu merupakan ranah pemerintah dan BUMN sponsor, sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih lanjut,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Bengkaknya Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Mirza menuturkan bahwasanya KCIC tengah fokus melakukan berbagai pembangunan guna mempercepat terselesainya proyek KCJB yang digadang-gadang akan rampung pada akhir 2022 dan bisa mulai dioperasikan secara komersial pada 2023.

“Fokus kami saat ini adalah melakukan percepatan pembangunan proyek KCJB serta melakukan persiapan operasional untuk mengejar target penyelesaian di akhir tahun 2022,” katanya.

Ia pun menerangkan, terhitung hingga pekan keempat September 2021 progres pengerjaan proyek KCJB sudah mencapai 79%.

Baca Juga: Soal Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Menko Luhut: Jangan Sampai Rugikan Warga 

Sehubungan dengan itu, Mirza mengungkapkan bahwa saat ini KCIC tengah melakukan pengerjaan tunnel, elevated track, subgrade dan penyelesaian konstruksi stasiun.

Selain itu, lanjut dia, di saat yang bersamaan pihaknya juga melakukan persiapan jelang operasional. Seperti Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta yang akan digunakan ketika operasional.

“Saat ini sedang dalam tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok. Termasuk juga pembuatan Comprehensive Inspection Train (CIT) atau Kereta Inspeksi yang nanti digunakan untuk mengecek dan memastikan keamanan jalur kereta cepat,” bebernya.

Lebih dari itu, Mirza melontarkan, KCIC bersama kementerian terkait saat ini sedang melakukan pembahasan dan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan. Termasuk melakukan pelatihan SDM hingga pembuatan SOP sebagai bagian dari persiapan Operation Maintenance Readiness.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini