17 Franchise Makanan Terlaris 2021

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 455 2485514 17-franchise-makanan-terlaris-2021-RPFxNGR8bW.jpg Franchise Makanan Terlaris 2021. (Foto: Okezone.com/Dessertbox.bycla)

JAKARTA- Franchise makanan terlaris 2021 bisa menjadi pilihan bagi yang ingin memulai usaha. Apalagi bisnis ini terus berkembang melalui layanan pesan antar dan berbagai penawaran promo.

Jenis makanan yang ditawarkan pun semakin beragam. Mulai dari bakso, burger, ramen, kebab hingga ayam goreng.

Berikut deretan franchise makanan terlaris yang masih bertahan sampai sekarang dan tetap laku keras, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (13/10/2021):

1. Kebab Baba Rafi

Kebab Baba Rafi bisa disebut salah satu franchise makanan terlaris yang sukses dan legendaris di Indonesia.

Baca Juga: Baru Mulai Bisnis, Simak Cara Mencari Franchise yang Menguntungkan

Dimulai sejak 2003 dan masih menawarkan sistem waralaba hingga sekarang. Kebab Baba Rafi juga sudah melebarkan sayapnya tidak cuma di wilayah Indonesia, tapi sampai ke luar negeri. Merek waralaba asal Indonesia ini bahkan memiliki 68 outlet di 9 negara yakni Malaysia, India, Filipina, Sri lanka, China, Singapura, Brunei, Belanda, dan Bangladesh.

Baba Rafi memiliki opsi outlet Container Kebab, Container Kebab Kafe, Baba Rafi Premium, Black Booth, dan Black Kiosk. Biaya atau nilai investasi outlet-outlet tersebut tentunya memiliki perbedaan.

Bila ingin bermitra dengan Kebab Baba Rafi cukup sediakan dana mulai dari Rp75 juta untuk model outlet Black Kiosk. Estimasi keuntungan dengan omzet rata-rata per bulan Rp19,5 juta bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 4,8 juta. Dengan demikian perkiraan balik modal sekitar 1,4 tahun.

Baca Juga: 10 Franchise Kopi yang Lagi Hits

Pilihan outlet lainnya juga bervariasi dengan modal Rp300 juta, Rp250 juta, R 200 juta, dan Rp125 juta. Seluruh opsi skema tersebut memiliki estimasi balik modal yang kurang dari 2 tahun.

Sementara omzet sesungguhnya tentu akan tergantung performa atau kondisi riil dari masing-masing unit.

2. Sabana Fried Chicken

Buat yang suka makan ayam goreng murah meriah tentu pernah mencoba franchise terlaris satu ini. Rasa ayamnya yang mirip-mirip KFC membuat Sabana Fried Chicken sukses memiliki segmen market yang besar. Faktor utamanya didukung harga ayam gorengnya yang terbilang murah. Dengan Rp 15 ribu kamu sudah dapat paket ayam plus nasi.

Sabana Fried Chicken menawarkan dua pilihan paket kemitraan. Pertama untuk modal Rp 22,9 juta. Dengan dana tersebut, calon mitra akan mendapatkan gerobak full stainless seharga Rp 8 juta, deep fryer seharga Rp 7 juta, peralatan senilai Rp 1,8 juta, bahan-bahan senilai Rp 1,7 juta, serta biaya survei dan training Rp 4,4 juta.

Kedua dengan modal Rp 23,4 juta maka akan mendapatkan gerobak full stainless seharga Rp 8 juta, deep fryer seharga Rp 7 juta, peralatan seharga Rp 1,8 juta, modal bahan seharga Rp 1,7 juta, biaya survei dan training Rp 4,4 juta, serta plang Rp 500.000.

Selama tiga bulan pertama pihak Sabana Fried Chicken akan memantau dan membimbing perkembangan usaha kamu. Bila berhasil dalam satu bulan diestimasi kamu bisa mengantongi omzet hingga Rp20 juta.

3. Martabak San Fransisco

Brand Martabak San Fransisco tentu tidak asing lagi. Meski namanya San Fransisco tapi martabak ini asli dibuat orang Indonesia. Mungkin tidak banyak yang tahu ternyata Martabak San Fransisco sudah dirintis lama sejak 1965. Bapak Bong Kap Djun alias Pak Adjun seorang perantau asli Bangka memulai usahanya dengan menjual martabak. Lokasi pertama dia menjual martabak ini adalah di depan kantor PLN, Jl Asia Afrika, Bandung.

Namanya sendiri diambil dari lagu Scott McKenzie yang berjudul “San Francisco”. Pada tahun 1967 martabaknya berubah nama menjadi Martabak San Francisco.

Konsep waralabanya sudah dikembangkan dari tahun 2011 hingga saat ini. Khusus untuk waralaba ini memang dibuka khusus untuk daerah di luar Bandung.

Paket waralaba bagi para mitranya berkisar dari harga Rp 400juta hingga Rp500 juta.

Biaya itu sudah termasuk fee senilai Rp 125 juta berdurasi 5 tahun. Pembagian profit marginnya di kisaran 30% sampai 50% dari gross sales. Sementara estimasi balik modal para mitra dari 18 hingga 20 bulan.

4. Pecel Lele Lela

Makanan pecel lele umumnya dikenal sebagai makanan yang dicari untuk santapan malam hari. Namun ini dikembangkan agar bisa dinikmati di siang hari. Pionir restoran yang menjadikan lele sebagai brand adalah Pecel Lele Lela. Merek Lele LELA merupakan singkatan dari Lele LEbih LAku. Pecel Lele LELA berdiri sejak 2006, dan sudah memiliki 83 outlet di Indonesia hingga Malaysia.

Lele Lela membawa sajian lele naik level dari makanan pinggir jalan jadi sajian restoran yang modern dan higienis.

Menu yang ditawarkan bervariasi, mulai dari sajian dengan olahan lele, olahan ayam, hingga olahan bebek.

Bagi yang berminat, modal yang harus disediakan untuk memiliki franchise makanan laris ini cukup besar. Karena investasi atau modal usaha berkisar antara Rp600 juta sampai Rp700 juta untuk bermitra dengan Pecel Lele Lela.

Dimana biaya tersebut sudah termasuk franchise fee Rp100 juta selama lima tahun, deposit senilai Rp30 juta, dan dekorasi desain interior eksterior. Tapi ini tentunya sepadan dengan omzet yang bakal diraih.

5. Tahu Jeletot Taisi

Didirikan pada 2012, Tahu Jeletot Taisi kini udah memiliki lebih dari 200 gerai yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Surabaya, Tangerang, dan Bekasi.

Tahu Jeletot Taisi menawarkan menu tahu pedas dengan berbagai varian isi, seperti original taisi, extra spicy taisi, spicy sausage taisi, spicy chicken taisi, hot mushroom taisi, dan spicy macarel taisi.

Sementara paket kemitraannya beragam mulai dari Rp20 juta, Rp 49 juta, hingga Rp55 juta. Malah ada yang mencapai Rp250 juta buat kemitraan master franchise.

Modal tersebut sudah mencakup paket lengkap kerjasama selama lima tahun, booth, peralatan usaha, survei lokasi, pelatihan karyawan, promosi, dan bahan baku.

Soal omzet cukup menggiurkan. Estimasi dalam sebulan, satu gerai Tahu Jeletot Taisi menghasilkan hingga Rp 24-Rp45 juta. Jadi perkiraannya modal akan balik dalam waktu 8-12 bulan.

6. Bakso Benhil

Bagi para penggemar bakso, pasti tahu franchise makanan terlaris yaitu Bakso Benhil.

Bakso Benhil mulai berdiri sejak 2011. Satu tahun kemudian, Bakso Benhil membuka peluang kemitraan bagi yang ingin mengembangkan usaha.

Untuk menu yang ditawarkan, produk utama dari Bakso Benhil adalah bakso dan bakmi ayam. Bakmi ayam sendiri meliputi dengan bakso daging / halus, bakso urat, bakso besar dan bakso super jumbo. Untuk bakmi meliputi bakmi ayam dan bakmi yamin.

Buat buka usaha Bakso Benhil, modalnya tidak perlu besar-besar. Karena Bakso Benhil menawarkan harga franchise sebesar Rp4 juta. Biaya tersebut sudah termasuk dengan mendapat produk sekitar 500 hingga 600 porsi.

Cukup dengan modal tersebut, tanpa perlu membayar biaya franchise (franchise fee) dan juga tanpa royalty fee.

Bakso Benhil juga sudah fimiliar di masyarakat, sehingga mitra tidak perlu pusing mengenai marketing.

7. Es Teler 77

Es teler yang legendaris di Indonesia tentu saja Es Teler 77. Semua berawal dari tahun 1981, seorang perempuan keturunan Tionghoa, Murniati Widjaja, menjadi pemenang lomba bikin es teler di Jakarta. Setelah itu dia mendirikan sebuah warung makan tenda di dekat perkantoran dengan nama Es Teler 77.

Usaha dengan modal kecil itu sebenarnya hanya proyek coba-coba yang dilakukan Murniati.

Murniati melibatkan keluarganya buat ikut terlibat dalam bisnis makanan ini. Menantunya yang bernama Sukyatmo Nugroho akhirnya mewaralabakan Es Teler 77 hingga menjadi restoran siap saji terkemuka di Indonesia.

Sekarang, Es Teler 77 sudah masuk ke deretan franchise makanan terlaris dan punya 180 outlet. Tidak cuma di Indonesia, tapi juga sudah melebarkan cabang ke Malaysia, Singapura, dan Australia.

Restoran ini tidak hanya menawarkan es teler saja. Tapi mereka pun juga menjual menu makanan khas Indonesia. Manajemen memastikan pelayanan di setiap gerai Es Teler 77 dengan menerapkan Standard Operating Procedure baku di seluruh gerai.

Dimana implementasi dan pengawasannya dilakukan oleh tim operasional yang terstruktur dan telah menjalani pelatihan.

Jika berminat untuk memulai bisnis ini, Es Teler 77 mengenakan fee Rp85 juta untuk durasi kontrak lima tahun.

8. Rumah Makan Sederhana

Franchise ini didirikan oleh Bustaman. Awalnya, rumah makan yang didirikan pria kelahiran 1955 tersebut di daerah Jakarta Pusat memang sederhana.

Rumah makan tersebut juga sempat mengalami jatuh-bangun.

Usaha tersebut didirikan pada tahun 1972 secara sederhana. Pada awalnya tidak terlalu menguntungkan. Namun, bertahap Bustamam terus belajar bisnis hingga hasilnya positif.

Berikut dia membuka rumah makan permanen di daerah Roxy, kemudian diikuti cabang lain di wilayah Karet/Tanah Abang. Cabang di Karet/Tanah Abang diserahkan pada orang lain. Sementara warungnya di Roxy tergusur karena pembangunan ITC Roxy Mas.

Bustamam lalu mendirikan warung nasi di Rawamangun pada tahun 1978, yang kemudian jadi awal kemajuan usaha dengan konsep restoran.

Sistem franchise yang ditawarkan untuk investor memberikan modal. Sedangkan manajerial dilakukan oleh PT. Sederhana Citra Mandiri (SCM). Namun dalam hal keuangan ada otoritas sendiri atau bersifat pribadi, termasuk dalam pembelian bahan baku.

PT. Sederhana Citra Mandiri akan mensuplai tenaga kerja, seperti juru masak yang terlatih.

Soal pembagian hasil antara PT. Sederhana Citra Mandiri dengan investor akan dilakukan saat kontrak kerjasama dilakukan.

Lalu yang perlu diperhatikan adalah lokasi Usahanya. Karena perlu memilih lokasi yang strategis sebab pihak SCM juga akan mempelajari lokasi tersebut. Bila kurang sesuai maka ada kemungkinan PT. Sederhana Citra Mandiri akan meninjau kembali permintaan tersebut.

9. Rumah Makan Pagi Sore

Pagi Sore tentu bukanlah pemain baru dalam bisnis restoran. Sebab, Pagi Sore sudah berdiri sejak tahun 1973.

Pagi Sore terus mengembangkan diri untuk memastikan cita rasa dan kualitas terbaik. Mereka melakukan perjalanan panjang untuk mempelajari berbagai hal, termasuk mencari bahan baku pilihan.

Ciri khas resto ini ada pada menu rendangnya. Bukan cuma untuk rendang sapi tetapi juga ayam.

Dilansir dari laman resminya, Pagi Sore tidak hanya menawarkan franchise di Indonesia, melainkan di Malaysia dan Singapura juga.

Paket franchisenya akan memberikan fasilitas mulai dari pelatihan karyawan dan dukungan saat pendirian. Lalu pelatihan dan On-going support, analisis pasar dan perkembangan tren, dukungan khusus untuk restoran, dukungan SDM, audit dan pemeriksaan operasional restoran, serta suplai bahan baku.

10. Ayam Bakar Mas Mono

Mas Mono merupakan nama foundernya yaitu Agus Pramono. Dari sebelumnya seorang pramusaji restoran kemudian dia memutuskan berhenti bekerja dan berdagang.

Dia berhenti menjadi office boy dan memilih jalur bisnis kuliner. Dia berpikiran bahwa usahanya untuk menjadi seorang OB tidaklah cukup untuk membahagiakan sang ibu di kampung halaman. Maka dia mencoba peruntungan dengan berjualan gorengan. Setelah itu merambat ke bisnis ayam bakar.

Rupanya bisnis ayam bakar yang cocok untuk Mono. Dia sukses dengan bisnis kuliner yang diberi nama Ayam Bakar Mas Mono itu.

Berawal dari gerobak, ayam bakar ini pun laris manis hingga sang founder pun berani untuk melakukan ekspansi usaha.

Bahkan dia melebarkan bisnisnya ke dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura. Masing masing franchise tersebut dihargai dengan Rp 500 juta. Kalau di Indonesia dimulai dari harga Rp 385 juta.

11. Geprek Bensu

Ayam geprek yang dirintis artis Ruben Onsu ini pertama memulai debutnya pada 2017 dan hingga kini masih terus berkembang dan disukai banyak orang.

Keunikan Geprek Bensu ini adalah selain harganya yang ekstra murah, menu-menunya pun tampak kekinian dan menggugah selera ditambah lagi rasa pedas yang bikin nagih.

Olahan yang berbahan dasar ayam ini memiliki beragam menu, mulai dari paket Bensu telur asin, paket Bensu keju, paket Bensu leleh, hingga paket sambal matah.

Menu yang ditawarkan memiliki kisaran harga sangat terjangkau. Bahkan ada menu spesial dan menu pendamping hingga menu khusus anak – anak.

12. Ngikan Yuk

Franchise makanan yang dipasarkan Rachel Vennya dan Niko Al Hakim ini sukses viral dan banyak dicari orang. Sebelumnya selebgram ini memang sudah sukses dengan bisnis sate taichan goreng yang membuat pembeli rela antri berjam-jam. Tak heran jika franchise Ngikan Yuk juga banyak diminati oleh para pengusaha.

Yang membuat Ngikan Yuk unik adalah penyajiannya yang memadukan ikan goreng tepung dengan nasi liwet dan aneka sambal. Harganya yang terjangkau membuat Ngikan Yuk bisa dinikmati berbagai kalangan sehingga segmen pasarnya pun sangat luas

Bagi yang ingin bergabung menjadi mitra Ngikan Yuk, maka dibutuhkan investasi sekitar Rp300 juta. Itu sudah termasuk biaya franchise fee selama 5 tahun. Para mitra juga bisa memilih untuk berjualan langsung di ruko atau melalui food container.

Dengan food container, maka semua sudah disediakan sehingga bisa langsung jualan. Sedangkan untuk di ruko maka perlu dilakukan penyesuaian desain interior.

13. Eatlah

Salah satu franchise makanan terlaris adalah Eatlah. Dengan menu andalan rice box salted egg yang kekinian, Eatlah langsung ngehits sejak pertama berdiri di tahun 2016 hingga kini ternyata masih diminati banyak anak muda. Karena ternyata menu ayam dan saus telur asin ini cukup digemari masyarakat.

Selain itu, penjualan Eatlah juga selalu tinggi sebagai makanan on the go yang praktis dan banyak dipesan lewat aplikasi ojek online.

Buat yang tertarik untuk membuka usaha franchise makanan laris ini, siapkan modal usaha di kisaran Rp300-800 juta. Mungkin modal ini terbilang besar, tapi Eatlah memiliki potensi omzet miliaran dalam setahun.

14. Ayam Gepuk Pak Gembus

Ayam Gepuk Pak Gembus sudah go internasional hingga Singapura, Hong Kong, dan Filipina.Untuk membuka franchise Ayam Gepuk Pak gembus di wilayah Jadetabek modal yang perlu kamu siapkan adalah Rp 35-37 juta.

Kemudian untuk franchise di luar Jadetabek, memiliki kisaran sekitar Rp 40-42 juta. Sementara untuk membuka cabang di luar negeri, maka untuk membeli lisensi saja dikenakan biaya Rp850 juta hingga Rp2,5 miliar.

Dengan modal ini kita hanya perlu menyediakan tempat saja. Bisa berbentuk ruko, warung, ataupun kios kaki lima di pinggir jalan. Paket franchise Ayam Gepuk Pak Gembus ini sudah all in berarti mendapatkan gerobak, kursi dan meja makan, serta bahan dan peralatan berjualan lainnya. Sehingga cukup tinggal membuka outlet dan bisa langsung menjalankan bisnisnya.

Perusahaan mewajibkan para pemilik cabang untuk membeli bahan-bahan pokok langsung ke pusat. Bahan makanan yang dipasok sudah diungkep menggunakan bumbu rahasia. Sehingga lebih simpel karena bahan makanan itu tinggal digoreng di warung.

15. Bananugget

Jika mengincar segmen pembeli anak muda, maka Bananugget adalah salah satu pilihan franchise makanan terlaris yang bisa jadi pilihan. Inovasi pisang nugget pertama di Jakarta ini berdiri sejak tahun 2017 dan kini sudah memiliki lebih dari 20 cabang franchise di berbagai kota.

Banananugget memiliki kemampuan menarik pelanggan dari berbagai rentang usia baik dari anak-anak hingga orang dewasa. Untuk modalnya sendiri, usaha satu ini memiliki biaya paket waralaba yang dibanderol tarif Rp60 juta per franchise.

Estimasi dalam sehari 1 toko Bananugget bisa menjual sekitar 150-200 box pisang nugget yang dibanderol dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp28 Ribu.

16. Rocket Chicken

Dimulai pertama di 2010 di Semarang, kini Rocket Chicken tersebar di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Franchise Rocket Chicken memiliki sistem royalti yang berbeda dari franchise lain. Harga royalti Rp

15 juta untuk 5 tahun kerjasama, para mitra bisa memilih biaya royalti sebesar 25% dari laba bersih atau 4% dari omzet per bulan. Mitra akan diberi waktu untuk memutuskan selama 3 bulan dan selama jangka waktu tersebut mereka bebas biaya royalti

Syarat agar bisa membuka franchise Rocket Chicken yakni harus menyediakan lokasi dekat keramaian dan wajib berbentuk outlet yang terdiri dari ruangan karyawan, dapur, storage, kamar mandi, serta dine in area berkapasitas 40 orang.

17. Martabak Orins

Martabak Orins merupakan jajanan martabak kekinian yang cocok disantap saat kumpul keluarga. Varian martabak tipker alias tipis kering jadi salah satu menu yang paling laris dari Martabak Orins.

Dengan modal Rp75 juta sudah bisa membuka franchise makanan ini. Jangan takut merugi, karena gerai martabak Orins mencatatkan dalam satu bulan omzetnya bisa mencapai Rp60 juta dengan laba bersih sebesar 20%.

1
7

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini