Dikabarkan Pailit, Begini Penjelasan Garuda Indonesia

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 21:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 278 2488816 dikabarkan-pailit-begini-penjelasan-garuda-indonesia-HLt76hgsmw.png Utang Garuda Indonesia Mencapai Rp70 Triliun. (Foto: Okezone.com/Garuda)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka suara soal kabar bahwa perseroan memilih opsi pailit di tengah keadaan krisis keuangan. Kementerian BUMN sebelumnya menyampaikan tidak ada opsi yang lebih baik dibandingkan dengan membubarkan Garuda Indonesia, meskipun restrukturisasi utang senilai Rp70 triliun berhasil dilakukan yang awalnya dianggap sulit.

Emiten berkode GIAA itu menegaskan, sampai dengan saat ini belum ada informasi resmi yang diterima Perseroan berkenaan dengan opsi tindak lanjut pemulihan kinerja yang saat ini berkembang di media massa.

Baca Juga: Utang Garuda Rp70 Triliun, Wamen BUMN: Mentok Ya Kita Tutup

“Dapat kami pastikan sampai dengan saat ini, Perseroan terus melakukan langkah langkah strategis akselerasi pemulihan kinerja dengan fokus utama perbaikan fundamental kinerja Perseroan yakni penguatan basis performa finansial maupun fokus model bisnis dalam jangka panjang, melalui program restrukturisasi menyeluruh yang saat ini tengah kami rampungkan. Upaya tersebut turut kami intensifkan melalui berbagai upaya langkah penunjang perbaikan kinerja khususnya dari aspek operasional penerbangan,” kata VP Corporate Secretary & Investor Relations GIAA, Mitra Piranti, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: Gaji Karyawan Dipotong 30%, Garuda Indonesia: Upaya Menjaga Operasional

Pihak Garuda Indonesia mengaku masih optimistis dengan sinyal positif outlook industri penerbangan nasional ditengah situasi pandemi yang mulai terkendali serta dibukanya sektor pariwisata unggulan Indonesia. Hal itu menjadi momentum penting dalam langkah langkah perbaikan kinerja yang saat ini hingga kedepannya akan terus Garuda optimalkan secara bertahap dan terukur sejalan dengan perbaikan fundamental kinerja operasi Perseroan di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

Saat ini, Garuda Indonesia terus melakukan diskusi dengan pemerintah melalui Kementerian BUMN sebagai pemegang saham pengendali tentang rencana restrukturisasi yang akan dilaksanakan selaras dengan proses PKPU yang tengah berjalan, yang utamanya ditujukan untuk mendorong percepatan pemulihan kinerja Perseroan.

“Sebelum proses restrukturisasi, sudah terdapat 4 opsi yang akan diambil oleh Pemerintah dalah hal ini Kementerian BUMN sebagaimana pemberitaan di atas. Namun dalam perkembangannya Perseroan melakukan proses restrukturisasi utang yang dibantu dengan beberapa konsultan. Bagaimana dampak terhadap proses restrukturisasi utang yang telah dilakukan Perseroan dalam hal akan diambil opsi pailit oleh Pemerintah sebagaimana pemeberitaan akhir-akhir ini,” katanya.

Proses restrukturisasi keuangan, yang didalamnya meliputi restrukturisasi utang yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh beberapa konsultan pendamping, sampai dengan saat ini prosesnya masih terus berlanjut dan merupakan fokus utama GIAA.

“Di samping itu, negosiasi dan komunikasi dengan para kreditur secara berkesinambungan dijalankan oleh Perseroan guna mencapai penyelesaian terbaik dan restrukturisasi yang optimal guna dapat memperbaiki fundamental kinerja Perseroan ke depannya,” tutup Garuda. Anggie ariesta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini