Gubernur BI Beberkan Bukti Perbaikan Ekonomi Kuartal III-2021

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 320 2488636 gubernur-bi-beberkan-bukti-perbaikan-ekonomi-kuartal-iii-2021-ZLvCXD4WCJ.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa perbaikan ekonomi domestik tetap berlanjut. Diperkirakan pada kuartal III 2021, kinerja perekonomian terus membaik.

Hal tersebut didukung kinerja ekspor yang tetap tinggi serta aktivitas konsumsi dan investasi yang kembali meningkat sejalan pembatasan mobilitas.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), kinerja LU Industri Pengolahan, Pertambangan, Perdagangan, serta Informasi dan Komunikasi tumbuh tinggi. Secara spasial, pemulihan ekonomi terutama pada wilayah Sulampua, Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ditopang kinerja ekspor.

"Perbaikan ekonomi berlanjut tercermin pada perkembangan indikator dini hingga Oktober 2021, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, serta ekspor," ujar Perry di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Jadi 'Bos Besar' 13 Bank Sentral di Asia Pasifik

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan terus membaik hingga triwulan IV sehingga keseluruhan 2021 tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 3,5%-4,3%.

Pertumbuhan ekonomi pada 2022 diprakirakan membaik didorong oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Baca Juga: Gubernur BI soal Dampak Krisis Evergrande ke Ekonomi Indonesia

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik. Transaksi berjalan triwulan III 2021 diprakirakan kembali mencatat surplus, didorong oleh surplus neraca perdagangan yang meningkat menjadi USD13,2 miliar, tertinggi sejak triwulan IV 2009.

"Kinerja tersebut didukung peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batu bara, kimia organik, dan bijih logam, di tengah kenaikan impor terutama bahan baku seiring perbaikan ekonomi domestik," terang Perry.

Sementara itu, surplus neraca modal diprakirakan meningkat sejalan dengan masuknya aliran modal asing, baik penanaman modal asing maupun investasi portofolio. Pada triwulan III 2021, aliran investasi portofolio mencatat net inflows sebesar USD 1,3 miliar. Aliran investasi portofolio tersebut terus berlanjut dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021 dengan mencatat inflows sebesar USD 0,2 miliar.

"Posisi cadangan devisa pada akhir September 2021 meningkat menjadi sebesar USD 146,9 miliar, setara dengan pembiayaan 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melampaui standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, defisit transaksi berjalan diprakirakan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya menjadi di kisaran 0,0%-0,8% dari PDB pada 2021, dan akan tetap rendah pada 2022, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia," pungkas Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini