Wall Street Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 278 2489893 wall-street-bervariasi-indeks-s-p-500-cetak-rekor-lagi-TxGnM0UWMa.jpg wall Street Bervariasi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat. Di mana indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi, sedangkan Dow Jones tertekan anjloknya saham IBM.

Dow Jones Industrial Average turun 6,26 poin atau 0,02% menjadi 35.603,08. S&P 500 naik 13,59 poin atau 0,30% menjadi 4.549,78 dan Nasdaq Composite menambahkan 94,02 poin, atau 0,62% menjadi 15.215,70.

Baca Juga: Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Kenaikan Harian Tertinggi

S&P 500 mengalami kenaikan dalam tujuh hari berturut-turut. Sementara Nasdaq menguat didorong saham-saham seperti Tesla Inc dan Microsoft Corp. Tetapi jatuhnya saham IBM membebani Dow.

Setelah mencapai rekor intraday sehari sebelumnya, Dow Jones berada di zona merah karena saham IBM turun 9,6%. Sementara di antara 11 sektor utama S&P, dorongan terbesar untuk benchmark datang dari saham discretionary konsumen dan indeks teknologi, sedangkan saham energi menjadi hambatan terbesar karena minyak mentah berjangka jatuh di tengah kekhawatiran tentang permintaan.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Pertemuan The Fed

“Sebagian besar menghadapi hari yang sedikit berisiko dengan orang-orang kembali ke sektor yang lebih defensif termasuk perusahaan teknologi besar," kata Kepala Investasi Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli, dilansir dari Reuters, Jumat (22/10/2021).

Namun, indeks Volatilitas CBOE disebut sebagai pengukur ketakutan Wall Street, ditutup pada level terendah sejak Februari 2020. Tak lama setelah tanggal itu, indeks volatilitas naik karena COVID-19 membuat ekonomi global bertekuk lutut.

Menurut Ahli Strategi Pasar TD Ameritrade, Shawn Cruz, level rendah VIX menyiratkan bahwa investor tidak melihat penurunan atau kenaikan besar untuk saham ke depan meskipun ada kekhawatiran yang meluas tentang masalah rantai pasokan yang menaikkan biaya.

"Pasar mungkin mengatakan masalah rantai pasokan yang menaikkan biaya akan bersifat sementara karena pasar mengabaikan mekanisme. Harga dalam apa yang investor harapkan terjadi di masa depan," kata Cruz.

Analis pun memperkirakan pendapatan kuartal ketiga S&P 500 naik 33,7% tahun ke tahun, dengan sekitar 100 laporan perusahaan sejauh ini.

Tesla adalah dorongan terbesar Nasdaq, naik lebih dari 3%, karena investor mencerna pendapatan optimis pembuat mobil listrik, meskipun ada peringatan rantai pasokan.

American Airlines ditutup naik 1,9% setelah perusahaan membukukan kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan, sementara Southwest Airlines Co turun 1,6% setelah mengatakan pihaknya memperkirakan laba kuartal saat ini tetap sulit dipahami.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini