Wapres Tak Ingin Kehilangan Momentum Pemulihan Ekonomi

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 320 2490192 wapres-tak-ingin-kehilangan-momentum-pemulihan-ekonomi-kJh1mLueZX.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com/Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan tidak ingin kehilangan momentum pemulihan ekonomi. Menurutnya, kondisi penanganan Covid-19 yang cenderung membaik ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pemulihan ekonomi.

“Di tengah kondisi ini, kita harus dapat memanfaatkan semua peluang agar tidak kehilangan momentum percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19,” katanya pada acara Halal Trade Forum, Trade Expo Indonesia Tahun 2021, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Bukti Negara Lindungi Rakyat dari Covid-19, Bansos Dikucurkan hingga Bantuan untuk Korban PHK

Maruf mengatakan, untuk menghidupkan dan menggairahkan kembali perekonomian nasional maka perlu fokus pada sektor-sektor yang berpeluang tumbuh positif. Di antaranya adalah sektor makanan dan sektor pertanian, yang mana pertumbuhannya berada di atas pertumbuhan PDB nasional.

“Kedua sektor juga ini berada di urutan teratas dalam rantai nilai halal atau halal value chain (HVC). Ini artinya kita berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan Indonesia sebagai Pusat rantai nilai halal Global,” ungkapnya.

Baca Juga: Erick Thohir: Santri Pilar Ekonomi Syariah

Maruf pun mengajak semua pihak untuk fokus pada pengembangan halal value chain. Dia meminta untuk mengarahkan perhatian dan energi pada upaya-upaya mengembangkan Halal Value Chain. Salah satunya adalah dengan akselerasi sertifikasi halal

“(Lalu) Menguasai ekosistem pendukung ekspor produk halal. Dimulai dari bahan baku, produksi, standar dan prosedur ekspor, hingga ke pemasaran,” ujarnya.

Dia juga meminta agar pihak-pihak terkait dapat membuka dan menangkap peluang ekspor produk halal di era pemulihan ekonomi saat ini. Kemudian juga perlu dilakukan kolaborasi dan integrasi usaha besar dengan koperasi dan UMKM.

“Indonesia tidak dapat menjadi pusat halal dunia jika kita hanya fokus pada, misalnya pengembangan keuangan dan perbankan syariah. Rantai nilai halal itu harus saling terintegrasi dan dikembangkan secara simultan mulai dari infrastruktur regulasi, pengembangan industri halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, serta yang tidak kalah penting para pelaku usaha dan bisnis syariah,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini