Bahlil Ingin Jumlah Pengusaha RI Naik Jadi 6%

Antara, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 320 2493294 bahlil-ingin-jumlah-pengusaha-ri-naik-jadi-6-p18gt0bKVk.jpg Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)

AKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menginginkan jumlah pengusaha Indonesia bisa naik menjadi 6 persen dari saat ini yang hanya sekitar 3,4%.

"Jumlah pengusaha nasional kita sekarang baru 3,4%, idealnya harus 12%. Singapura, Amerika Serikat itu 12 persen. Kita nggak usah deh 12 persen, 6 persen saja sudah cukup," katanya dalam Festival Usaha Milik Kaum Milenial (UMKM) 2021 secara daring, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Bahlil Pastikan Presiden Jokowi Buka Pintu Investasi bagi Semua Negara

Bahlil menuturkan semua kalangan bisa mengisi sektor-sektor ekonomi dengan menjadi pengusaha, salah satunya menjadi pelaku UMKM.

Pemerintah pun telah memfasilitasi kemudahan perizinan bagi pelaku UMKM sebagaimana tercantum dalam UU Cipta Kerja dan aturan turunannya. Salah satunya dengan perizinan berbasis elektornik Online Single Submission (OSS).

Baca Juga: Kelebihan Listrik, Bahlil Sebut Krisis Energi Peluang Undang Investasi ke RI

"OSS ini adalah sebuah instrumen yang negara siapkan kepada seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk mendapatkan perizinan secara cepat, tepat, efisien dan sangat transparan sekali. Bahkan untuk UMKM, NIB (Nomor Induk Berusaha), sertifikat halal dan SNI (Standar Nasional Indonesia) itu dibayar pemerintah, alias gratis," katanya.

Selain kemudahan perizinan, pemerintah juga membatasi investasi di bidang usaha yang modalnya di bawah Rp10 miliar agar tidak dimasuki investasi asing. Dengan demikian, bidang usaha tersebut hanya dibuka bagi UMKM.

"Bahkan di Pasal 90 UU Cipta Kerja, di situ kewajiban pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan proses kolaborasi dengan pengusahapengusaha besar baik dari dalam negeri maupun asing. Ini kami di Kementerian Investasi sudah menerapkan hal tersebut," pungkas Bahlil Lahadalia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini