Share

Berbagai Negara Janjikan Investasi, Erick Thohir: Peluang Ini Harus Ditangkap

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 320 2496098 berbagai-negara-janjikan-investasi-erick-thohir-peluang-ini-harus-ditangkap-cW8stscW11.jpg Menteri BUMN Erick Thohir minta perusahaan BUMN tangkap peluang investasi (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Indonesia dijanjikan investasi oleh beberapa negara. Menteri BUMN Erick Thohir menilai minat investasi muncul karena kepercayaan dunia internasional terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat positif.

Untuk itu, Erick meminta perusahaan pelat merah harus merespon dengan penuh tanggung jawab. Rencana sejumlah negara berinvestasi untuk mengembangkan sekaligus mengakselerasi green economy atau ekonomi hijau di Indonesia akan menjadi tantangan bagi BUMN.

Baca Juga: Presidensi G20, Indonesia Buka Banyak Peluang Investasi

Penekanan itu disampaikan Erick seusai menghadiri pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26, Glasgow, Skotlandia, Senin kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan PM Johnson sepakat meningkatkan kerja sama antar kedua negara, terutama di bidang ekonomi hijau. Bila Presiden menekankan pada investasi hijau dan teknologi sebagai kunci transisi ekonomi hijau, maka PM Johnson menyampaikan ketertarikan Inggris untuk melakukan investasi berupa kredit ekspor yang dapat digunakan untuk transisi ekonomi hijau.

Baca Juga: Dampingi Presiden Jokowi Temui Joe Biden, Menko Luhut: Saya Bangga

"Itu peluang yang harus ditangkap sehingga transformasi yang dijalankan BUMN harus menjunjung prinsip transformasi energi bersih sekaligus mengakselerasi ekonomi hijau," ujar Erick, Rabu (3/11/2021).

Dia berharap BUMN di sektor energi, seperti PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan industri minerba bisa merespon dan menjalankan transformasi energi bersih dan mengurangi emisi karbon.

"Karena bagaimanapun juga ini tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan hidup kita," ungkapnya.

Menurutnya, usaha transformasi BUMN dengan melakukan berbagai program dan inovasi model bisnis dibarengi oleh tanggung jawab mengurangi emisi dan ekonomi yang rendah karbon.

"Karena jika sektor usaha BUMN sejak dini sudah memulai program dekarbonisasi pada lini bisnisnya, maka beberapa tahun ke depan justru akan membawa manfaat ekonomi yang lebih besar. Selain menciptakan peluang industri baru dan lapangan kerja yang lebih besar, harga energi Indonesia akan lebih terjangkau," kata dia.

Transformasi yang mengusung ekonomi hijau, lanjut Erick, akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan seluruh masyarakat. Misalnya, udara yang lebih bersih dan berkurangnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat terjadinya perubahan iklim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini