Share

Turunkan Emisi Karbon, RI Butuh Lebih Banyak Infrastruktur Kendaraan Listrik

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 320 2500719 turunkan-emisi-karbon-ri-butuh-lebih-banyak-infrastruktur-kendaraan-listrik-DB7KnTsH4x.jpg RI Butuh Lebih Banyak Infrastruktur Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Para pemimpin dunia telah melakukan pertemuan dalam COP 26 Glasgow. Banyak negara sepakat dalam penurunan emisi global karbon dioksida.

Ketua Tim Percepatan Industri Nasional KBL Berbasis Baterai Satryo Soemantri Brodjonegoro menilai, salah satu cara untuk memenuhi tujuan COP 26 Glasgow adalah melalui dukungan penuh terhadap infrastruktur kendaraan listrik.

"Transportasi yang selama ini menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil, menyumbang emisi yang sangat besar. Oleh karena itu kendaraan listrik menjadi solusi, pastinya akan mengurangi emisi di Indonesia," ujar Satryo Soemantri, dalam keterangannya, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Bahlil Bujuk Volkswagen dan BASF Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI

Indonesia memang punya garis pantai yang sangat panjang, serta hutan yang luas, dua hal itu adalah modal besar untuk karbon.

Namun dengan mengakselerasi program mobil listrik, diyakini dampaknya akan lebih signifikan lagi menurut Satryo Soemantri Brodjonegoro. Bahkan bukan tidak mungkin target net zero karbon pada 2060 bisa dicapai.

Baca Juga: Harga Mobil Listrik Rp600 Juta, Konsumen RI Cuma Mampu Rp300 Juta

Dia mengatakan, tahun ini konsumsi nasional Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan mencapai 75,27 juta kilo liter (KL). Sebesar 26,3 juta KL untuk BBM bersubsidi, dan 48,97 juta KL untuk non subsidi. Dia menyebut jika program mobil listrik nasional bisa dicapai, maka konsumsi BBM akan berkurang, dan emisi bisa dikurangi secara signifikan.

Di Indonesia, mobil listrik walaupun masih sangat jarang ditemukan di jalan umum, bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1989, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sudah berhasil membuat mobil listrik bertenaga sel surya. Pada tahun 2021, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat itu dijabat Dahlan Iskan, memperkenalkan sekaligus menguji coba mobil listrik karya anak bangsa, Tuxuci.

Terkait mobil listrik, Presiden pada 2019 lalu sudah mengeluarkan peraturan presiden (Perpres) nomor 55 tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita juga sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 tahun 2020, tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

"Target kita 2028 sudah ada produk mobil listrik nasional. Selain itu semua kendaraan pemerintah, mulai tahun ini atau tahun depan," ujarnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini