Share

Inflasi Minggu Kedua November Diprediksi 0,25%, Harga Minyak Goreng Jadi Biang Kerok

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 320 2501035 inflasi-minggu-kedua-november-diprediksi-0-25-harga-minyak-goreng-jadi-biang-kerok-LK5Qrgw4NN.jpg Inflasi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI), mencatat tingkat inflasi nasional berada di level yang rendah dan terkendali.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada Minggu II November 2021, perkembangan harga pada November 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,25% (mtm).

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi November 2021 secara tahun kalender sebesar 1,18% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63% (yoy)," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono Erwin di Jakarta (12/11/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga: Semua Negara Alami Kenaikan Inflasi

Penyumbang utama inflasi November 2021 sampai dengan minggu kedua adalah telur ayam ras sebesar 0,06% (mtm). Kemudian terdapat minyak goreng sebesar 0,05% (mtm), cabai merah sebesar 0,04% (mtm), dan daging ayam ras sebesar 0,02% (mtm). Menyusul berikutnya sabun detergen bubuk, emas perhiasan dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Baca Juga: Biang Kerok Inflasi Oktober 2021, Harga Rokok hingga Minyak Goreng

Sementara itu, juga terdapat beberapa komoditas yang mengalami deflasi, antara lain tomat, bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

Dia mengatakan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Kemudian juga menentukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini