Laba Siantar Top Rp433,3 Miliar, Merosot 9,6%,

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 278 2502555 laba-siantar-top-rp433-3-miliar-merosot-9-6-Kv1Co6MOxY.jpg Laba Siantar Top (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Hingga kuartal tiga 2021, PT Siantar Top Tbk (STTP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp433,31 miliar atau terkoreksi 9,6% dibandingkan periode sama tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp479,4 miliar.

Sementara laba per saham pun turun menjadi Rp330,78. Sedangkan di akhir September 2020 sebesar Rp365,96. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Selain itu, penjualan bersih tumbuh 8,09% menjadi Rp3,045 triliun yang ditopang penjualan pengolahan makanan sebesar Rp2,834 triliun dan penjualan pendukung lainnya sebesar Rp210,8  miliar. Sayangnya, beban pokok penjualan membengkak 13,41% menjadi Rp2,3 triliun, akibatnya laba kotor terpapas sedalam 5,5% menjadi Rp745,005 miliar.

Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 7,56% menjadi Rp3,709 triliun. Hal itu ditopang saldo laba yang tumbuh 17,22% menjadi Rp2,947 triliun. Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp375,55 miliar atau anjlok 42,12% dibandingkan akhir September 2020 yang mencapai Rp648,33 miliar.

Baca Juga: Dharma Samudera (DSFI) Kantongi Laba Bersih Rp11,5 Miliar

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp 450 miliar. Dimana hingga Juni 2021 telah terserap 40%. Direktur STTP, Armin mengatakan, jika capex masih dialokasikan sesuai dengan rencana kerja, yakni perluasan usaha dan pembayaran obligasi.

"Jelang akhir kuartal II 2021 serapan capex sudah mencapai sekitar 40%, kalau kuartal I serapan masih sangat rendah yaitu di bawah 1%. Adapun capex digunakan untuk perluasan usaha dan pembayaran obligasi," ujarnya, Selasa (16/11/2021)..

Kinerja di kuartal II, perseroan masih mampu mencetak pertumbuhan di atas 5% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pihaknya sendiri menetapkan target laba maksimal 10% atau double digit tahun ini mengingat pandemi masih terjadi dan kasus Covid-19 masih marak di Indonesia.

Baca Juga: Penjualan Naik, Map Aktif (MAPA) Masih Rugi Rp14,9 Miliar

Namun begitu, STTP masih sangat optimis tahun ini masih membawa peruntungan dan pihaknya dapat menuai pencapaian sesuai dengan target yang ditetapkan.

Hingga saat ini pun, lanjut Armin, STTP belum berencana untuk merevisi target pencapaiannya. "Yang pasti kami terus melihat kondisi di Indonesia.

 Jika kasus Covid-19 masih marak, maka perhatian masyarakat akan terfokus untuk menjaga kesehatan dan membeli vitamin, obat. sedangkan Pemerintah juga akan fokus untuk menuntaskan virus. Hal ini pasti akan berdampak pada kinerja kami," ujarnya.

Adapun strategi yang hendak dilancarkan STTP tahun ini adalah meluaskan distribusi dan jangkauan pasar ke masyarakat dengan meraih depot-depot dan toko kecil untuk mengisi stok di sana. Armin mengungkapkan pula, tahun ini pihaknya hanya akan meluncurkan satu produk baru yakni Tic Tic.

Awalnya perseroan menargetkan peluncuran lima produk baru tahun ini. Namun, target peluncuran masih belum ditentukan, menyusul pasar masih tertekan akibat pandemi.

"Meluncurkan produk baru di saat seperti ini banyak tantangannya, dan belum fokus. Sehingga tahun ini kami luncurkan satu produk dulu. Semester II nanti juga belum ada rencana meluncurkan produk baru," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini