Share

Sri Mulyani Ungkap 'Hantu' yang Ancam Pasar Modal

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 278 2502720 sri-mulyani-ungkap-hantu-yang-ancam-pasar-modal-zPuClzrlOU.png Sri Mulyani (Foto: MPI)

JAKARTA - Kondisi pasar modal masih akan terus dihantui berbagai sentimen. Hal ini tentu berimbas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, ada beberapa kondisi gejolak ekonomi global yang diperkirakan memengaruhi dunia keuangan termasuk pasar modal.

Hal ini akan mempengaruhi arus modal asing atau capital flow di Indonesia. Adapun, capital flow inilah yang akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar modal.

"Ini adalah hal yang biasanya dampaknya terutama karena saya bicaranya di komunitas pasar saham atau para pelaku baik investor maupun CEO dari perusahaan yang IPO, Anda akan sangat melihat isu global ini dampaknya biasanya pada capital flow, dan ini biasanya juga mempengaruhi pergerakan saham maupun kegiatan di sektor keuangan yang lainnya," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

 

Baca Juga: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Rp274,3 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah

Adapun, hantu pasar modal adalah sederet dinamika global yang akan mempengaruhi aliran modal di negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu, hantu pasar modal juga muncul dari Eropa seperti menghadapi kenaikan harga energi dan juga masalah geopolitik. Kemudian terjadinya tapering di Amerika Serikat

Di China pun sama, selain polemik Evergrande, pendinginan ekonomi di China juga menimbulkan kebijakan-kebijakan ekstrem yang akan dilakukan pemerintahnya sebagai respons. Selain itu kasus Covid-19 yang kembali muncul mendorong pemerintahnya kembali melakukan lockdown.

"Ini semua akan mempengaruhi harga komoditas, capital flow dan juga menjadi sentimen dari pasar keuangan global," katanya.

Dia menambahkan pandemi Covid-19 yang memberikan dampak yang sangat mengguncang dunia yang mengakibatkan perubahan iklim juga menimbulkan komplikasi pada kemampuan bumi ini untuk terus mendukung kehidupan lebih dari tujuh miliar manusia di dalamnya.

"Perubahan iklim bukan masalah Indonesia saja, sama seperti pandemi yang bukan hanya masalah Indonesia," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini