Share

Sri Mulyani: Penerbitan Green Sukuk Biayai Ancaman Perubahan Iklim

Antara, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 320 2503369 sri-mulyani-penerbitan-green-sukuk-biayai-ancaman-perubahan-iklim-tDWkSsi6it.jpg Sri Mulyani sebut green sukuk untuk biayai ancaman perubahan iklim (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah telah menerbitkan Green Sukuk mencapai USD3,5 miliar sepanjang 2018 sampai 2021. Green sukuk digunakan untuk pendanaan penanganan perubahan iklim atau climate change.

“Penerbitan Sukuk ini untuk membiayai ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian di pasar global,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Terbitkan Sukuk Tabungan dengan Kupon 4,8%, Minat?

Sri Mulyani mengatakan total penerbitan Green Sukuk sebesar USD3,5 miliar tersebut salah satunya hasil dari penerbitan yang dilakukan pada semester I-2021 sebesar USD700 juta.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengoptimalkan pasar keuangan syariah.

Baca Juga: Jadi Pionir Green Sukuk, Dewan Keuangan Syariah Inggris Gandeng Indonesia

Indonesia pun merupakan kontributor utama penerbitan Sukuk di pasar internasional dengan pangsa pasar Indonesia mencapai 23,11% dari total penerbitan global sebesar USD23,65 miliar.

Pemerintah Indonesia akhirnya bergerak cepat untuk mengambil peluang yang luas ini dengan mengembangkan lebih banyak varian Sukuk seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) atau sukuk wakaf termasuk Green Sukuk.

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengoptimalkan pasar keuangan syariah,” tegasnya.

Selain itu, Sri Mulyani menyatakan Indonesia juga memiliki Baitul Mal Wat Tanwil (BMT) atau serikat Islam terbesar secara global mencapai 4.500 BMT yang bertujuan membantu masyarakat khususnya di pedesaan agar memiliki akses kepada pembiayaan mikro.

“Dalam menilai pembiayaan mikro BMT dapat memainkan peran unggulan bagi usaha mikro dan kecil menengah sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi setelah pandemi,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini