IHSG Melemah Seharian, Ditutup Lesu ke 6.636 Usai BI Tahan Suku Bunga

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 278 2503845 ihsg-melemah-seharian-ditutup-lesu-ke-6-636-usai-bi-tahan-suku-bunga-X1BjV3mOGv.jpg IHSG Ditutup Melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah seharian pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup melemah 39,3 poin atau 0,59% ke level 6.636,469 usai Bank Indonesia (BI) tahan suku bunga acuan 3,50%.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Jakarta, Kamis (18/11/2021), terdapat 237 emiten menguat, 265 melemah, dan 160 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp11,9 triliun dari 27 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Menyusul IHSG, indeks LQ45 turun (-0,78%) ke 945,93, indeks JII anjlok (-0,27%) ke 562,80, indeks IDX30 melemah (-0,78%) ke 503,61 dan indeks MNC36 menurun (-0,88%) ke 319,97.

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers, yaitu PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) menguat 17,54% ke Rp67, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) naik 17,35% ke Rp115, dan PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) melesat 14,78% di Rp132.

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) melemah -6,25% ke Rp240, PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) turun -5,79% di Rp179, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun (-5,76%) di Rp2620.

Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi memaparkan ada sentimen global yang memicu penurunan IHSG hari ini, selain karena profit taking investor.

Audi memandang penurunan indeks sejalan dengan koreksi yang terjadi di Wall Street semalam mengingat saat ini investor masih melihat kebijakan The Fed terkait suku bunga.

"Yang kita takutkan saat ini, inflasi di Amerika Serikat dan China ini sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di sini akan membuat investor ragu untuk masuk di pasar atas asumsi kenaikan suku bunga global. Ini bakal berdampak terhadap IHSG," kata Audi dalam Session Closing.

Audi melihat koreksi yang terjadi pada penutupan ini masih berada pada kategori wajar mengingat level support IHSG yang belum tertembus.

"Masih terbilang cukup lumayan di level 6.570an, kalaupun ada koreksi menembus level tersebut, itupun masih wajar," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini