Share

BLT hingga Bansos Dicairkan demi Turunkan Angka Kemiskinan

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 320 2503915 blt-hingga-bansos-dicairkan-demi-turunkan-angka-kemiskinan-H85prPMvx1.jpg BLT (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berbagai macam bantuan seperti BLT dan bansos dicairkan demi menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Pada tahun depan, pemerintah menargetkan angka kemiskinan mencapai 8,5%-9%

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kemiskinan di tahun 2022 kembali menjadi 8,5-9%,” kata Airlangga di Komplek Istana Jakarta, Kamis (11/8/2021).

Baca Juga: Tingkat Kemiskinan Menurun, di Perkotaan Masih Tinggi

Sementara angka kemiskinan ekstrem tahun depan ditargetkan 3-3%-5%. Sementara sasaran prioritas daerah sebanyak 212 kabupaten/kota. “Tahun depan tahun 2022 di 212 kabupaten/kota dengan prioritas perluasan. Dan tingkat kemiskinan ekstrim di angka 3-3%-5%,” katanya.

Airlangga mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah menargetkan agar di tahun 2024 kemiskinan ekstrem di Indonesia menjadi 0%.

“Di tahun 2023-2024 di 514 kab/kota prioritas dan tingkat kemiskinan ekstrimnya di 2,3%-3%. Dan di 2024 kemiskinannya ekstrim adalah 0%,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa untuk tahun ini Wakil Presiden (Wapres) juga telah mengunjungi 7 provinsi prioritas untuk mendorong penuntasan kemiskinan ekstrem. Berbagai program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem pun akan dilakukan hingga akhir tahun ini.

“Dan program yang didorong untuk di tahun ini adalah top up BLT desa sebesar Rp300 ribu kali 3 bulan jumlah sasarannya adalah 694 KPM (keluarga penerima manfaat). Dan ini membutuhkan surat edaran bersama kemendagri dan kemendes. Dan ini penyesuaian PMK sedang disiapkan,” katanya.

“Sedangkan berikutnya adalah program kartu sembako yang ditop up juga Rp300 ribu kali 3 bulan. Jumlahnya nanti menurut ibu Mensos sekitar 1,4 juta dan ini akan dilaksanakan di akhir atau di awal Desember. Dan kemudian akan ada survei khusus susenas kemiskinan di bulan Desember,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini