Share

Citilink Kembalikan Pesawat, Erick Thohir: Kalau Harganya Mahal Diambil Saja

Suparjo Ramalan, iNews · Jum'at 19 November 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 320 2504522 citilink-kembalikan-pesawat-erick-thohir-kalau-harganya-mahal-diambil-saja-KyzmnmYrqI.jpg Citilink Kembalikan 3 Pesawat ke Lessor. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pesawat maskapai penerbangan nasional semakin berkurang. Selain armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Citilink Indonesia pun melakukan pengembalian 3 armada pesawatnya kepada lessor.

Saat ini, Citilink hanya mengoperasikan 44 pesawat dari 61 armada yang dimiliki perseroan.

Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, kemungkinan pengurangan pesawat akan terus dilakukan pemegang saham, bila harga dan bunga sewa pesawat masih tinggi.

Baca Juga: Penerbangan Silangit-Halim Dibatalkan, Citilink Reschedule Esok Hari

"Saya sudah cek Citilink, Citilink itu punya 61 pesawat, 3 diambil oleh lessor dan Citilink, dan saya sudah bicara dengan Dirut, ya kalau harganya kemahalan diambil saja. Tetapi Citilink dari 61 pesawat, 3 diambil lessor, masih ada 14 yang maintenance, 44 masih terbang," ungkap Erick saat ditemui di kawasan Hotel Indonesia, Jumat (9/11/2021).

Sebagai langkah efisiensi, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham akan memfokuskan Garuda Indonesia dan Citilink untuk menggarap pasar domestik. Ceruk pasar domestik dinilai lebih potensial.

Baca Juga: Citilink Bisa Terbang Lagi Hari Ini, Begini Cara Beli Tiketnya

Erick menegaskan, berdasarkan data saat ini penerbangan didominasi oleh penumpang domestik. Menurutnya 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antarpulau. Dia menambahkan, turis lokal berkontribusi sebanyak Rp1.400 triliun. Sedangkan 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara.

"(Kontribusi) lokal turis itu mencapai Rp1.400 triliun, sedangkan turis asing hanya 22% atau sekitar Rp300 triliun. Kalau kita berbisnis ya jelas ini market-nya karena Indonesia juga negara kepulauan," kata dia.

Erick menilai langkah fokus ke pasar domestik tersebut merupakan terobosan paling realistis untuk menyelamatkan maskapai-maskapai penerbangan pelat merah itu. Garuda dan Citilink tercatat mempekerjakan setidaknya 1.300 pilot dan awak kabin, serta 2.300 pegawai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini