Presiden Jokowi Tugasi Dubes Korsel Tarik Investor Sebanyak-banyaknya ke RI

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Sabtu 20 November 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 320 2504699 presiden-jokowi-tugasi-dubes-korsel-tarik-investor-sebanyak-banyaknya-ke-ri-PItiy6y2LV.jpg Tugas Presiden Jokowi kepada Duta Besar Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan berbagai tugas untuk duta besar (dubes) Republik Indonesia yang baru saja dilantik. Salah satunya Gandi Sulistiyanto yang dilantik sebagai Dubes Republik Indonesia untuk Korea Selatan pada Rabu 17 November 2021.

Sesuai dengan pesan Presiden, Sulis sapaan akrabnya akan bekerja keras agar kerjasama Indonesia-Korea bisa diperkuat dengan membawa investor sebanyak-banyaknya.

Melalui Indonesia Investment Authority (INA), investasi bisa masuk ke infrastruktur, begitu juga dengan investor lain di alat kesehatan dan obat-obat agar indonesia tidak tergantung dengan impor. 

Dia berharap neraca perdagangan Indonesia nantinya setidaknya bisa lebih seimbang. Agar tidak hanya produk impor dari Korea saja yang masuk, sementara ekspor Indonesia ke sana masih terbatas.

“Salah satu tugas Dubes memang membuat trade balance itu positif buat Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (20/11/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Lantik 12 Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh

Peningkatan hubungan dagang dan investasi antara kedua negara menurutnya sangat besar, apalagi Indonesia juga sudah dikenal baik oleh Korsel.

“Indonesia seharusnya sudah dikenal di sana, pasar drama terbesar kedua di dunia bagi mereka ya Indonesia. Begitu juga dengan K-Pop, Indonesia sudah terkenal menjadi pasar di sana, jadi nanti juga sebaliknya, kita akan menjadikan mereka sebagai pasar untuk produk Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Jakarta Buka Peluang Investasi Infrastruktur Berkelanjutan

Sementara itu, Gandi Sulistyanto berkeinginan agar UMKM Indonesia terintegrasi menjadi rantai pasok yang andal dan mumpuni pada ekosistem perusahaan-perusahaan besar yang masuk dan berinvestasi di Indonesia.

“Memasukkan UMKM lokal dalam rantai pasok telah dilakukan negara asal perusahaan besar itu sendiri. Ambil contoh apa yang dilakukan di Korea Selatan di mana perusahaan besar mengkoordinir supplier-supplier UMKM lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok dari produk EV misalnya,” jelasnya.

Demi mewujudkan hal seperti itu di Indonesia, Sulis mengaku telah berbicara dengan beberapa pemangku kepentingan termasuk di antaranya Chairman Hyundai. Menurutnya, mereka telah siap menerapkan program rantai pasok seperti itu untuk UMKM Indonesia.

Pelaksanaan program-programnya akan disampaikan pada industri tersebut sembari melakukan pendampingan dan supervisi pada UMKM. Hal ini agar produk UMKM yang dihasilkan terjamin baik karena hal itu bagian daripada kualitas produk secara utuh.

“Bila sudah terlaksana nanti pastinya akan mengangkat kualitas jasa dan produksi dari UMKM Indonesia. Saat itu Pemerintah Indonesia bisa tinggal memonitor saja,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini