Share

MNC Vision Networks (IPTV) Kantongi Laba Rp256,9 Miliar, Tumbuh 9%

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 278 2509566 mnc-vision-networks-iptv-kantongi-laba-rp256-9-miliar-tumbuh-9-nfg1a324g0.jpg Laba MNC Vision Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT MNC Vision Networks Tbk membukukan peningkatan laba bersih Rp256,9 miliar atau yang hingga kuartal III-2021. Laba bersih ini naik 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp236,1 miliar. Sementara itu, pada kuartal III-2021, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp92,6 miliar, dengan margin laba bersih sebesar 11%.

EBITDA MVN pada sembilan bulan tahun tercatat sebesar Rp1,1 triliun dari Rp1,2 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya, sehingga margin EBITDA menunjukkan penurunan dari 45% menjadi 41%. EBITDA untuk kuartal III-2021 mengalami penurunan sebesar 19% YoY menjadi Rp388,7 miliar dari Rp482,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, yang setara dengan margin EBITDA sebesar 46% pada tahun 2021

Baca Juga: Clarissa Tanoesoedibjo Ungkap Kerjasama Vision+ dengan Migo Indonesia

Selanjutnya, pendapatan Digital, IPTV, dan Layanan Broadband MVN pada 9M-2021, berhasil mencapai pertumbuhan sebesar 37% YoY menjadi Rp1.046 miliar dibandingkan Rp766.2 miliar pada periode yang sama di tahun lalu dengan Vision+ yang menempati peringkat 3 tertinggi sebagai OTT yang paling populer mencapai 2,065 juta subscriber dengan 47,5 juta Monthly Active Users.

MNC Vision juga mencatat pada kuartal III-2021, pendapatan layanan digital, IPTV, dan broadband mengalami kenaikan sebesar 1% YoY menjadi Rp339,9 miliar dari Rp336 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Vision+, platform OTT SVOD Perseroan dengan laju pertumbuhan tercepat di Indonesia, telah memproduksi 14 judul konten original dengan berbagai genre dan episode dalam kurun waktu 12 bulan.

Baca Juga: Vision+ dan Migo, Hary Tanoesoedibjo Targetkan 10 Ribu Warung UMKM

Investasi strategis Perseroan di Migo juga menghasilkan daya tarik yang baik, hal ini terbukti dengan tingginya antusiasme masyarakat dengan konten Vision+ sebagai konten yang paling banyak ditonton di platform tersebut. Selain itu, monthly watchers Migo bertumbuh sebesar 58% di setiap bulannya, dari bulan September 2021 hingga Oktober 2021.

“Meskipun dalam situasi pandemi, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja operasional secara konsisten. Untuk mengatasi tantangan yang sedang berlangsung, terutama dalam mobilitas pada saat melakukan instalasi ke rumah konsumen, fokus kami tetap solid untuk memperluas penawaran OTT digital kami di mana pertumbuhan pendapatan bergerak maju pada tingkat yang sehat seperti yang terlihat dari keberhasilan MNC Play, Playbox, Vision+, dan distribusi konten kami melalui platform Migo. Kami berharap pendapatan digital kami akan terus bertumbuh mengingat meningkatnya permintaan di pasar akan layanan digital. Selanjutnya, kami akan terus mengembangkan basis pelanggan kami melalui perluasan produksi konten original kami dan memaksimalkan jangkauan konten kami melalui Mig,” ujar Presiden Direktur MVN Ade Tjendra, Selasa (30/11/2021).

Pendapatan Konsolidasi

MVN mencatatkan pendapatan konsolidasi yang luar biasa yaitu sebesar Rp2.927 miliar di sembilan bulan tahun ini dibandingkan sebelumnya yaitu sebesar Rp2.686 miliar pada 9M-2020, mewakili tingkat pertumbuhan sebesar 9% YoY. Namun, pada kuartal III-2021, pendapatan konsolidasi mencatat penurunan sebesar 8% YoY menjadi Rp874,3 miliar dari Rp952,6 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pandemi COVID-19 telah berdampak buruk pada perekonomian, meskipun minat untuk hiburan berkualitas cukup tinggi, namun sensitivitas terhadap pengeluaran di segmen pendapatan tertentu dan kesulitan dalam mobilitas (instalasi alat ke rumah pelanggan), telah menjadi tantangan besar bagi operasional MVN pada kuartal III-2021 yang merupakan periode puncak kasus COVID-19 di Indonesia. Kedua, pendapatan Perseroan sedikit mengalami penurunan karena beberapa kampanye promosi yang diberikan oleh MVN untuk meminimalkan churn rate.

Perseroan berhasil mempertahankan manajemen churn rate yang luar biasa, yang berada di bawah 1,5%, jauh dibawah tingkat churn rate di industri sebesar 2,5%.Selanjutnya, pada tahun 2021, situasi COVID-19 di Indonesia telah menunjukkan tren positif di sepanjang tahun karena Pemerintah relatif sudah mulai melonggarkan peraturan - peraturan terhadap penerapan pembatasan sosial; meskipun masih adanya beberapa pembatasan dalam skala yang lebih kecil masih terus diterapkan.

Hal ini dikarenakan pandemi masih merupakan sebuah kejadian yang mencengangkan bangsa dengan berbagai gelombang dan jumlah kasus yang tidak dapat diprediksi. Dengan asumsi tren penurunan berkelanjutan dalam kasus COVID-19, perekonomian diperkirakan akan pulih dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini