ASDP IPO Bidik Rp3,2 Triliun, Erick Thohir Ganti Kapal Tua

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 278 2510953 asdp-ipo-bidik-rp3-2-triliun-erick-thohir-ganti-kapal-tua-diKyoKquBM.jpg ASDP Berencana IPO di BEI. (Foto: Okezone.com/ASDP)

JAKARTA - PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) menjadi salah satu BUMN yang disiapkan untuk melakukan penawaran saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). IPO direncanakan pada kuartal I-2022.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, pencatatan saham perdana ASDP di pasar modal perlu dilakukan untuk memperoleh permodalan baru. Modal tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki sejumlah kapal perseroan yang diproduksi sejak tahun 1960 silam.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Diperbaiki, Erick Thohir Ungkap Dampaknya ke BUMN

"Kondisi kapal-kapal ASDP itu ada yang tahun 60-an, 80-an. Pada tua-tua. Nah, ini yang kita coba perbaiki," ujar Erick dalam rapat dengan dengan Komisi VI, Kamis (2/12/2021).

Sebelumnya, manajemen ASDP Indonesia membidik dana sebesar Rp3,25 triliun dari aksi korporasi tersebut. Direktur Keuangan ASDP Indonesia Ferry Djunia Satriawan menyebut, IPO bagian dari strategi perseroan untuk mengembangkan bisnis utamanya yakni di sektor layanan penyeberangan.

Baca Juga: Right Issue BNI, BTN hingga Krakatau Steel, Cek Jadwalnya di Sini

Meski pandemi Covid-19 belum dipastikan akan berakhir, manajemen memastikan langkah go publik perusahaan tetap dilakukan. Namun begitu, manajemen tetap mempertimbangkan kesiapan market dan kemampuan perusahaan.

"Kami ingin menunjukkan pada pandemi ini kami tak diam dan siap melantai. Kami tentunya harus menyiapkan ASDP untuk IPO, karena untuk go public ini ada dua sisi yang harus diperhatikan yaitu dari kemampuan perusahaan dan juga sisi kesiapan market yang ada," ujar Djunia dalam konferensi pers secara virtual, beberapa waktu lalu.

Dalam skemanya, ASDP akan melepas sekitar 20-25% saham saat melantai ke pasar modal. Angka itu berupa perhitungan sementara manajemen.

"Ini masih indikatif, masih melakukan proses valuasi, mengejar pendapatan target tahun ini sebesar Rp3,4 triliun hingga Rp3,5 triliun tahun ini," tutur dia.

Untuk jangka panjang atau periode 2024 mendatang, perusahaan pelat merah itu juga berencana meningkatkan revenue sebesar Rp5 triliun. Jumlah itu naik dari revenue 2019 yang tercatat hanya di angka Rp3,2 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini