Harga Minyak Meroket 5% Sikapi Kebijakan Arab Saudi

Antara, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 320 2512994 harga-minyak-meroket-5-sikapi-kebijakan-arab-saudi-sKrH3GJ2AO.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

NEW YORK - Harga minyak menguat hingga 5% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Naiknya harga minyak didukung keputusan Arab Saudi yang menaikkan harga jual ke Asia dan Amerika Serikat.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari terangkat USD3,20 atau 4,6% menjadi USD73,08 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari bertambah USD3,23 atau 4,9% menjadi USD69,49 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Masih Dibayangi Virus Omicron, Brent Dibanderol USD69,8/Barel

Afrika Selatan melaporkan bahwa kasus virus Omicron di sana hanya menunjukkan gejala ringan. Pejabat Tinggi Penyakit Menular AS, Anthony Fauci juga mengatakan bahwa sepertinya tidak ada tingkat keparahan yang ditularkan Omicron sejauh ini.

AS pun akan mempertimbangkan kembali soal larangan memasuki AS terhadap warga negara asing dari delapan negara Afrika selatan.

"Semua berita utama hari ini bullish. Momentumnya tampaknya melompat kembali," ujar Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Brent Bangkit ke Level USD69,6/Barel

Patokan global Brent telah meningkat 38% tahun ini, didukung pembatasan produksi yang dipimpin oleh kelompok produsen OPEC+, meskipun telah jatuh dari level tertinggi tiga tahun di atas 86 dolar AS pada Oktober.

"Kenaikan hari ini dipicu oleh Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) pada akhir pekan," kata Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch.

Eksportir terbesar dunia itu mengatakan bahwa negaranya akan mengenakan harga premium yang lebih tinggi untuk pengiriman minyak ke Asia dan Amerika Serikat pada Januari dibandingkan bulan sebelumnya.

Arab Saudi menaikkan harga jual resmi Januari untuk semua kadar minyak mentah yang dijual ke Asia dan Amerika Serikat hingga 80 sen dari bulan sebelumnya.

"Premi yang lebih tinggi untuk Asia dan AS dapat dianggap sebagai tanda permintaan yang kuat. Ini mendukung keputusan minggu lalu oleh OPEC+ untuk memperluas produksi minyak dengan tambahan 400.000 barel per hari pada Januari," tambah Fritsch.

Kelompok OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, pekan lalu memutuskan untuk terus meningkatkan pasokan bulanan sebesar 400.000 barel per hari (bph) pada Januari, bahkan setelah penurunan harga yang didorong oleh kekhawatiran Omicron.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini