Share

Lo Kheng Hong Bicara soal Pengangguran hingga Karyawan Gaji UMR

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Selasa 07 Desember 2021 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 622 2513156 lo-kheng-hong-bicara-soal-pengangguran-hingga-karyawan-gaji-umr-uICfkBWpGV.png Lo Kheng Hong ungkap empat macam orang di dunia (Foto: MPI)

JAKARTALo Kheng Hong alias LKH menyebutkan ada empat macam orang di dunia ini. Hal tersebut disampaikan dia saat menjadi pembicara di salah satu event.

“Pertama, orang yang banyak waktu tapi tidak punya uang. Siapa dia? Dia adalah pengangguran, hidupnya jadi benalu untuk orang lain,” kata Lo Kheng Hong dikutip dari video yang diupload akun Instagram @an*ita_b*aga*, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Ketua OJK: Kalau Mau Beli Saham Sekarang, Masih Murah!

Kedua, orang yang banyak uang, tetapi tidak punya waktu. Dia adalah pengusaha dan para eksekutif. Lalu ketiga, orang yang tidak punya uang dan tidak punya waktu.

“Siapa dia? Dia adalah karyawan yang gajinya kecil UMR. Tiap hari dia sibuk bekerja, habis bulan gajinya habis. Dan orang yang tidak punya waktu tidak punya uang ini, jumlahnya paling banyak signifikan,” ujar Lo Kheng Hong.

Baca Juga: 6 Cara Belajar Investasi Saham untuk Pemula, Cek di Sini

Terakhir, adalah orang yang bukan hanya banyak uang, tetapi juga punya banyak waktu. Dia adalah sleeping investor. Dia tidak mempunyai kerjaan.

Sebagai informasi, investor saham yang dijuluki Warren Buffett Indonesia ini pernah mengalami kehidupan yang sulit sebelum berada di titik ini.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dikutip dari akun TikTok cuancommunity, Lo Kheng Hong alias LKH berasal dari keluarga yang kurang mampu. Hal itu membuatnya harus menghabiskan masa kecil di sebuah rumah petak.

Dia pun tak bisa langsung melanjutkan ke bangku kuliah setelah tamat SMA. LKH akhirnya bisa menempuh pendidikan tinggi di usia 20 tahun setelah dia memiliki penghasilan dari bekerja sebagai Staf Tata Usaha di Overseas Express Bank (OEB). Pada masa itu, dia harus mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk mendaftar kuliah dan Rp10 ribu untuk bayaran per semesternya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini