Share

Bukan Ribuan, Ternyata Segini PNS yang Terima Bansos

Solopos.com, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 320 2514064 bukan-ribuan-ternyata-segini-pns-yang-terima-bansos-7Zi1qkZFvz.jpg PNS Dapat Bansos (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ada ribuan pegawai negeri sipil (PNS), atau ASN di Pati diduga yang menerima bantuan sosial (Bansos). Bahkan jumlahnya mencapai 3.697 orang. PNS bukanlah termasuk kalangan yang berhak mendapatkan bansos.

Terkait hal itu, Pemkab Pati langsung mencari kebenarannya. Hasilnya, hanya ditemukan dua ASN yang menerima bantuan untuk keluarga miskin tersebut.

Bupati Pati, Haryanto, menyebut setelah mendapatkan laporan data PNS yang terindikasi terima bansos, pihaknya langsung menyuruh instansi terkait untuk melakukan verifikasi. Setelah dicek, memang ada PNS yang menerima bansos. Namun jumlahnya sangat sedikit, hanya dua orang, tak sampai ribuan.

Baca Juga: Sri Mulyani Geleng-Geleng Kepala, Honor PNS Daerah Tembus Rp25 Juta!

“Yang bersangkutan (dua ASN yang menerima bansos) langsung saya panggil dan saya suruh mengembalikan untuk kemudian diberikan kepada yang lebih berhak,” katanya, Rabu (8/12/2021).

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Pati, Tri Haryumi, mengatakan dari hasil verifikasi diketahui kedua ASN penerima bansos itu bertugas di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Terungkap! Jumlah PNS Turun dari Tahun ke Tahun, Ini Penyebabnya

“Mereka bekerja di SD Banyutowo 02, Kecamatan Dukuhseti dan SD Slungkep, Kecamatan Kayen. Itu memang ASN. Tapi golongannya rendah. Tukang bersih-bersih SD,” paparnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adanya persoalan itu, kata dia, membuat dilema Dinsos Pati. Pasalnya, secara regulasi ASN tak boleh menerima Bansos. Di sisi lain, melihat pekerjaan sebagai tukang kebun, yang bersangkutan bisa dikatakan berhak menerima bansos.

”Secara regulasi tidak boleh. Tapi ini hati nurani. Apalagi bantuannya berupa sembako. Kami harus menjawab bagaimana kalau ditanya seperti itu. Ini dilema,” akunya.

Tri Haryumi menyebut banyak penerima bansos yang merupakan tenaga harian lepas alias tenaga honorer, di antaranya guru honorer. ”Gajinya kan sedikit honorer itu,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini